Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
what if he is interested
Amarah menyelimuti sosok submissive muda yang baru beberapa Minggu lalu menginjak usia dua puluh lima tahun itu, disebabkan oleh salah satu pelanggan restoran yang lancang menyentuh pantatnya.
"Bajingan itu ya, memang aku adalah pelayan tetapi bukan berarti aku akan melayani nafsunya!" Gerutu submissive muda setelah sampai di dekat rekan kerjanya yang lumayan terkejut atas umpatannya.
"Kau kenapa, Ren?"
"Pria tua sialan itu lancang menyentuh pantatku." Adu submissive muda dengan name tag Huáng Rénjùn.
Rekannya, Ōsaki Shōtarō, tertawa pelan mendengar aduan submissive itu, "Kau tidak lupa jika restoran ini memang menyediakan jasa seperti itu bukan?"
"Tapi, bukan berarti aku akan menuruti hal itu!"
"Kau sudah menandatangani kontrak kerja yang bahkan sudah tertulis aturan tersebut, Renjun." Shotaro berujar gemas.
Rénjùn merengut kesal, ia tidak lupa sih, tapi ia juga tidak takut untuk melanggar aturan itu. Jika saja gaji restoran mewah itu tidak besar, maka Rénjùn sudah mengundurkan diriㅡAh, mungkin alasan yang membuat gaji restoran itu besar karena pelayannya bisa disentuh oleh pelanggan, mungkin bukan? Lagipula jarang ada restoran yang menyediakan jasa seperti itu, jasa yang merendahkan kaum pelayan, Rénjùn benar-benar tidak menyukai hal itu.
"Lagipula kenapa pemilik restoran ini menyediakan jasa seperti itu sih? Tidak mungkin hanya karena uang, bahkan koki restoran ini adalah koki dari luar negeri." Komentar Rénjùn, diam-diam mencibir pemilik restoran yang sejauh satu tahun bekerja ini belum pernah ia temui, "Aneh sekali."
"Heii, jaga bicara kau." Tegur rekannya yang lain, ikut bergabung, namanya Zhong Chenle.
Shotaro menggeleng pelan, heran karena Rénjùn sama sekali masih tidak sadar jika restoran ini memiliki sisi khusus.
"Kau bisa dipecat jika salah berbicara."
Rénjùn bungkam, bahaya jika dirinya dipecatㅡMau ke mana lagi ia harus mencari pekerjaan? Huáng Rénjùn sadar jika dirinya hanyalah lulusan sekolah menengah atas, hidup sendiri karena kedua orang tuanya sudah meninggal enam tahun lalu karena kecelakaan, sungguh malang, untungnya kedua orang tuanya meninggalkan rumah sederhana dan beberapa jumlah uang tabungan yang nominalnya tidak seberapa namun mampu dimanfaatkan Rénjùn untuk bertahan selama enam bulan setelah orang tuanya meninggal dan selama itu pula ia mencari pekerjaanㅡSempat ditolak beberapa lowongan namun pada akhirnya ia diterima di sebuah restoran yang gajinya sangat besar tetapi sayangnya memiliki aturan lancang yang terpaksa Rénjùn terimaㅡDan hal yang lebih menguntungkan lagi kedua orang tuanya tidak meninggalkan hutang yang perlu ditanggung olehnya, sejauh ini kisahnya tidak seperti buku novel yang pernah ia baca.