The Jung's, 2033.

703 44 13
                                        

17:30 CET in Rome, Italyㅡ2033

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

17:30 CET in Rome, Italyㅡ2033.

"Tidak! Aku sama sekali tidak ingin memiliki seorang adik!"

Teriak nyaring terdengar dari arah koridor rumah yang mengarah ke pintu halaman belakang, membuat dua putra Jung yang sedang duduk di sofa ruang utama menoleh dengan tatapan bingung terarah pada putra kembar bungsu Jung yang datang dengan wajah terlihat kesal.

"Kamu kenapa berteriak seperti itu, Theo?"

"Apa kalian ingin memiliki adik?"

Kembar sulung Jung yang awalnya ingin tidak peduli pun pada akhirnya mematikan iPadnya, "Kenapa tiba-tiba kamu memikirkan itu?" Tanyanya heran, sekilas melirik kembar tengah yang memilih tetap membaca buku setelah melemparkan pertanyaan yang tidak dijawab oleh kembar bungsu.

"Jawab saja pertanyaanku!" Desak kembar bungsu, "Yeze! Kamu mendengarkan aku tidak sih?" Kesalnya semakin menjadi, dia merebut paksa buku yang dibaca oleh kembar tengah sehingga membuatnya mendapatkan tatapan tajam, "Jawab pertanyaanku!"

"Suaramu pelankan dulu, apa tenggorokanmu tidak sakit?" Tegur kembar tengah yang merasa jengah mendengar nada tinggi yang dikeluarkan kembar bungsu, "Untuk pertanyaanmu itu.. agak konyol, kamu habis jatuh? Apa kepalamu terbentur sesuatu sehingga bisa memikirkan hal itu, Theo?"

Theodore JungㅡKembar bungsu itu menaruh asal buku yang ia rebut dan kembar tengahㅡYezekiel Jung yang langsung memungut bukunya.

"Questo è un libro costoso!" (Ini buku mahal!) Seru Yeze tidak terima.

Alih-alih meminta maaf, Theo justru beralih pada kembar sulung yang duduk tenang memperhatikan mereka berdua, "Bagaimana denganmu, Anthony? Jangan katakan jika kepalaku terbentur!"

"Apa yang membuatmu mempertanyakan itu?"

Yezekiel mendengus geli, "Tidak perlu dipedulikan, dia memang selalu melantur tidak jelasㅡKamu pasti tidak lupa jika dia pernah tiba-tiba ingin menjadi sulung kan? Ingin lahir pertama, tch."

"Aku bertanya pada Anton bukan kamu, Yeze!"

Menyumbat kedua telinganya dengan jari karena suara Theo yang semakin keras, "Lama-lama pita suaramu putus, Theo."

"Risposta, Anton." (Jawab, Anton.) Desak Theo kembali fokus pada Anton yang diam selama beberapa detik sebelum menghela nafas, "Apa jawabanmu?"

"Yasudah, ingin bagaimana lagi?"

"Hah? Maksudnya, kamu tidak masalah memiliki adik lagi?! Sungguh!"

Yezekiel merotasikan bola matanya mendengar seruan Theo yang terlihat dan terdengar tidak terima atas jawaban yang diberikan Anton, "Kamu ini kenapa sih? Informasi dari mana? Siapa yang mengatakan kita akan memiliki adik?"

"Bibi yang mengatakan!" Seru Theo dengan dada naik turun menahan marah, "Aku tadi sedang bermain mobil remote di halaman belakang lalu ada dua bibi yang lewat setelah menyapu halaman belakang, aku tidak sengaja mendengar mereka membicarakan tentang BubuㅡKatanya delapan bulan lagi akan ada bayi di rumah ini!"

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang