Terhitung sudah tiga hari Rénjùn berada di dalam kamar milik Sungchan, tidak ada yang bisa dilakukan RénjùnㅡDirinya dikurung, pintu kamar dikunci dari luar dan terbuka setiap Lee Sohee masuk di waktu tertentu untuk mengantarkan makanan yang sama sekali tidak disentuh Rénjùn.
Ya, selama tiga hari Rénjùn sengaja mogok makan, dia hanya minum air putih, susu atau buah yang disediakanㅡIa sama sekali tidak menyentuh makanan utama.
Tiga hari dikurung di dalam kamar mewah, sedikit membuat Rénjùn frustasiㅡIa hanya bisa melihat keluar jendela dan yang ia lihat hanyalah hutan di luar tembok pagar bangunan yang entah Rénjùn tidak tahu bangunan apa yang sedang ia singgahi selama tiga hari ini, belum lagi banyak mobil dan orang-orang berpakaian hitam yang sepertinya bawahan Jung Sungchan itu sibuk berlalu-lalang di halaman bangunan.
Rénjùn menarik nafas panjang, melihat tangan kanannya yang sudah tidak terbalut perban yang bahkan baru kemarin di lepaskan oleh Dokter Xiao, Rénjùn sempat meraba area kulit yang terasa anehㅡSeperti ada yang mengganjal di dalam kulitnya.
Klek
Rénjùn menoleh ke arah pintu yang dibuka, melihat seorang pria yang selama tiga hari ini tidak menemuinyaㅡYang mana membuat Rénjùn merasa dicampakkan, ya, bayangkan selama tiga hari kamu dikejar-kejar dan setelah kamu didapatkan, ternyata kamu dicampakkan begitu saja. Ugh, Rénjùn semakin muak.
"Kenapa tidak makan?"
Mengalihkan pandangannya dari pria itu, Rénjùn menatap troli makanan yang berada tidak jauh dari ranjangnya. Melalui ekor matanya, ia melihat pria itu mendekati ranjang sembari menggulung lengan kemeja hingga sebatas siku.
"Kau ingin merepotkanku ya?"
Spontanitas Rénjùn menoleh keki, "Kalau begitu bebaskan aku jika kau tidak ingin kubuat repot, Jung!"
"Tidak," Singkat padat dan bangsat, Jung Sungchan mengambil sepiring makanan khas Italia kemudian mendekati Rénjùn yang duduk di tepi ranjang, "Makanlah daripada Dokter Xiao menyentuhmu."
"Aku tidak akan makanㅡ"
Sungchan dengan mudah membuka penawaran yang bisa dikatakan menguntungkan bagi Rénjùn, "Katakan, apa yang kau inginkan agar kau makan?"
"Aku ingin keluar dari kamar ini!"
"Keluar kamar?" Ulang Sungchan dengan alias terangkat, "Kau hanya ingin keluar dari kamar ini?"
"Ya."
"Baiklah," Sungchan menyodorkan piring berisi makanan Italia pada Rénjùn yang terlihat bingung, "Kau bisa keluar kamar setelah makan."
"Ha?" Rahang Rénjùn terjatuh, agak speechless.
Tidak kunjung diterima, Sungchan duduk di tepi ranjang dengan posisi menyerong menghadap Rénjùn, "Makan sebelum keputusanku berubah, Rénjùn."
Rénjùn mengangguk, untuk kali ini ia akan menuruti perkataan SungchanㅡMemakan makan siang yang sudah disediakan Lee Sohee sejak setengah jam lalu. Yang terpenting, Pria Jung itu sudah mengatakan baiklah bisa keluar kamarㅡEntah, jika nanti keputusannya itu berubah maka Rénjùn tidak akan segan memukul kepala Pria Jung itu.
Diam-diam Sungchan mengamati Rénjùn dengan tatapan lekat disertai senyuman sangat tipis, "Habiskan, aku tahu kemarin kau tidak memakan makananmu."
Rénjùn melirik sekilas Sungchan yang menyeletuk, tidak bohong sebenarnya tentang Pria Jung itu akan memperlakukannya dengan baikㅡBuktinya, Rénjùn ditempatkan di dalam kamar yang mewah dan nyaman; Bahkan nuansa kamar milik Pria Jung itu sudah tidak lagi suram dan gelap seperti sebelumnya, sebab Rénjùn meminta Lee Sohee untuk mengganti lampu kamar dengan Watt yang lebih tinggi dan permintaannya itu dengan mudah dituruti. Tidak hanya perkara kenyamanan kamar, sehari setelah Rénjùn berdebat dengan SungchanㅡAda banyak pakaian baru yang datang bahkan ditunjukkan untuk Rénjùn dan sekarang pun, Rénjùn memakai salah satu pakaian baru itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fanfiction[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
