20 › Lemah.

981 136 29
                                        

Setelah hujan, belum tentu ada pelangi kan? Bisa saja terjadi bencana.

Sungchan rasa kali ini ia benar-benar berada pada titik menyedihkan dalam hidupnya, ia bertanya-tanya pada dirinya, apakah ini bentuk karma yang ia dapatkan dari apa yang ia lakukan selama ini? Menyiksa dan membunuh orang? Apakah perasaan menyedihkan seperti ini yang dirasakan kerabat dari orang-orang yang ia bunuh?

Duduk merenung di bangku yang langsung menghadap pintu ruang operasi, Sungchan menunduk pasrah sembari menyatukan kedua tangannya mengepal dan berdoa dalam hati untuk keberhasilan operasi yang sedang dijalani Rénjùn selama tiga jam lebih, Sungchan sangat berharap setelah operasi selesai.. Rénjùn membuka kedua mata dan mulai mengomel padanya, karena sudah cukup kemarin saja Sungchan didiamkan.

Merasakan sebuah tangan mendarat pada bahunya, Sungchan mendongak tanpa peduli terhadap wajahnya yang menyedihkan, "Kenapa kau ada di sini?"

Song Eunseok terenyuh, sekilas ia melirik miris pintu ruang operasi yang tertutupㅡAwalnya ia pergi ke ruang inap tapi karena tidak menemukan siapa pun, ia bertanya pada resepsionis yang langsung mengatakan bahwa pasien Huáng Rénjùn sedang menjalankan operasi dan Tuan Jung Sungchan menunggu di depan ruang operasi, ya, maka dari itu, ia langsung datang ke ruang operasi.

"Kau sudah mengurus Woobin?"

Pertanyaan Sungchan berhasil membuat Eunseok menunduk untuk menatap Sungchan yang duduk, "Ya.. aku akan membawanya pergiㅡ"

"Kau pikir membawa Woobin pergi dari hadapanku bisa membuatku tidak mengetahui keberadaan Woobin? Membiarkan dia hidup dalam perlindunganmu yang jelas sangat mengasihinya?" Sungchan tertawa sinis menebak rencana Eunseok terhadap Park Woobin, "Eunseok, kau tahu? Rénjùn sedang berjuang di dalam sana karena perbuatan tunanganmu, tingkat kesadarannya menurun dan harus menjalankan bedah pada kepalanyaㅡYang ntah efek samping apa yang akan diterima Rénjùn setelah itu,"

"Ya, maaf.. aku tidak bisa melakukan apapun, tolong.. maafkan tunanganku."

Rahang Sungchan mengerasㅡPadahal ia sadar jika saat ini ia tidak bertenaga untuk bertengkar, tapi tetap saja amarahnya tidak bisa ia kendalikan dengan baik, "Permintaan maaf tidak bisa membuat Rénjùn sadar begitu saja, Eunseok."

"Lalu, kau ingin aku melakukan apa..? Menyiksa dan membunuh tunanganku untuk membuat kau puas?"

Sungchan menyugar asal surainya yang semakin berantakan, melihat Eunseok yang sama hopelessnya membuat ia tidak tahan, "Pergilah, aku ingin sendiri."

"Aku datang ke sini untuk menyampaikan maaf dari Woobin untukmu dan Rénjùn," Ungkap Eunseok sebelum dirinya menuruti perintah Sungchan, "Sebenarnya dia ingin datang menemuimu secara langsung untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu dan Rénjùn sebelum kami pergi."

Sungchan mengalihkan tatapannya dari Eunseok, "Aku tidak bisa memaafkannya sebelum Rénjùn memaafkannya, kau bisa membawanya pergi ke mana pun.. terserah jika kau tidak mengurus Woobin, aku sudah tidak peduli karena aku yakin ada karma yang jauh lebih hebat untuk mengurusnya."

Eunseok menghela nafas samar, "Bisa aku memohon satu hal padamu?"

"Aku sudah tidak peduli terhadap tunanganmu," Pertegas Sungchan yang sadar jika Eunseok tidak begitu mempercayai perkataannya, "Aku tidak akan pernah mencari ke mana kau membawa tunanganmu pergi, aku hanya akan tetap hidup seperti biasa dan mengurus Rénjùn."

Jung Sungchan itu sulit untuk ditebak, ia melakukan apapun sesukanya tanpa memperdulikan perkataan yang bahkan pernah ia katakan sendiriㅡItu yang membuat Eunseok waspada dan tidak percaya.

"Pergilah, bawa tunanganmu itu pergi sejauh mungkin." Ujar Sungchan tanpa minat menatap Eunseok.

"Baiklahㅡ"

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang