07:45 KST, Korea Selatan.
Ternyata dunia memiliki banyak kejutan, sejak kemarin hingga pagi ini Jung Jaehyun masih memikirkan pernyataan Lee Sangmin mengenai cucu LeeㅡHuáng Rénjùn, sungguh sulit untuk dipercaya. Tidak hanya Jaehyun saja, melainkan Lee Taeyong juga terkejut setelah Jaehyun menceritakan fakta mengenai Huáng Rénjùn.
Meja makan yang beberapa bulan lalu di tempati oleh delapan atau sembilan orang, saat ini hanya di tempati oleh tiga orang sajaㅡJaehyun, Taeyong dan Jeno yang sedang sarapan bersama pagi jni.
"Astaga.. padahal aku dan Haechan sempat mencari informasi tentang Huáng Rénjùn.." Celetuk Taeyong mengakui perbuatannya, "Tapi hasilnya nihil.. karena Sungchan menutup akses informasi mengenai Rénjùn.."
Jeno berdehem, "Apa Sungchan juga sudah mengetahui tentang Rénjùn adalah cucu dari keluarga Lee?"
"Mungkin dia sudah mengetahui ituㅡ"
"Tapi jika Sungchan sudah tahu kenapa tidak memberitahu kita, Jaehyun?" Sela Taeyong, "Kenapa juga Sungchan tidak langsung berbicara dengan Tuan Lee?"
"Entahlah, jalan pikiran anak itu sulit untuk ditebak."
Taeyong mendengus geli mendengar pengakuan Jaehyun. "Kalau faktanya begini, apa artinya kau sudah menerima Rénjùn?" Topik yang cukup berat untuk dibahas sepagi ini karena dapat menimbulkan perdebatan, "Semalam kau jelaskan jika kau berniat menjodohkan Sungchan dengan cucu Lee.. apa niat itu masih ada setelah mengetahui bahwa cucu Lee adalah Huáng Rénjùn? Submissive yang kau salahkan atas keputusan Sungchan."
Jeno meletakkan sumpitnya, lalu menatap selidik kepala keluarga Jung yang diam setelah menerima pertanyaan dari Lee Taeyong. "Dad, jangan katakan jika Dad menerima Rénjùn karena keluarga Lee." Mewanti-wanti, "Jika benar begitu, mungkin Sungchan sudah menebak alasan mengapa Dad tiba-tiba berubah pikiran."
"Tidak bisakah kalian percaya kepada saya?"
"Tidak," Jawaban diberikan Taeyong dengan nada tegas, "KauㅡJalan pikiranmu sulit ditebak."
Jaehyun berdecak malas, "Terserah kalian."
"Buktikan jika kau benar-benar menerima Rénjùn, lebih tepatnya menerima keputusan Sungchan." Taeyong menyudahi sarapannya, "Setelah itu, aku akan memberitahumu keberadaan mereka saat ini."
Jeno hanya mengangguk, sangat setuju dengan perkataan Lee Taeyong.
"Bagaimana caraku haus membuktikan?
Taeyong mengangkat kedua bahunya tidak acuh lalu beranjak dari kursi, "Kau bisa memikirkan banyak cara untuk mencari Sungchan, lantas kenapa tidak bisa memikirkan setidaknya satu cara untuk membuktikan kau menerima keputusan Sungchan?" Meremehkan, Taeyong melenggang pergi meninggalkan ruang makan.
Menyisahkan Jeno dan Jaehyun yang masih duduk di kursi makan masing-masing. Jeno meminum segelas air sebelum beranjak, "Misal melantik pimpinan baru Undermask secara resmi, itu sudah cukup membuktikan bahwa Dad melepaskan Sungchan dari Undermask." Sarannya menatap Jaehyun serius, "Atau mungkin membubarkan Undermask.. itu adalah salah satu cara yang sudah sangat membuktikan bahwa Dad tidak akan lagi mendebat keputusan Sungchan."
"Kau gila, Jeno?" Ingin sekali Jaehyun marah mendengar saran terakhir dari Jeno, "Itu mustahilㅡ"
"Hhh, benar kata Jaeminㅡ" Jeda Jeno merasa prihatin, "Dad lebih mementingkan Undermask, organisasi yang didirikan untuk melindungi keluarga Jung, tetapi nyatanya justru menghancurkan hubungan keluarga Jung."
How To Comply?
09:15 CET, Italia.
"Sungchan marah padaku, apa yang harus aku lakukan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fiksyen Peminat[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
