10.15 KSTㅡ Seoul, Korea Selatan.
Dugaan sang ayah salah, Eunseok pun mendengus geli melihat ibunya duduk santai di ruang kerja mendiang menteri Lee dengan ditemani botol alkoholㅡPadahal, dua jam lalu perempuan cantik itu menangisi jasad Menteri Lee yang akan dikuburkan.
"Drama apalagi ini, Bu?" Celetukan Eunseok berhasil menyita perhatian mantan nyonya Song itu, "Sudah aku duga, ibu tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan untuk waktu yang lama.. tapi, mengapa kemarin ibu menghubungiku dan memintaku pulang seolah-olah mental ibu terguncang hebat?" Sarkasnya saat melihat Irene meneguk gelas khusus alkohol.
"Memangnya kamu tidak ingin melihat si brengsek Lee untuk yang terakhir kalinya, Eunseok-a?" Irene tertawaㅡTampaknya sudah mabuk, "Lagipula ibu menghubungimu untuk segera pulang agar kamu tidak tertimpa berita buruk.. astaga, kamu tahu bagaimana media sekarang kan? Bagaimana jika kamu dituduh sebagai pelaku pembunuh si brengsek Lee hanya karena kamu tidak ada di rumah duka, hum?"
Eunseok melangkah mendekati sang ibu, ia merebut botol alkohol yang hendak dituangkan sang ibu ke dalam gelas, "Apa buktinya? Kenapa mereka berani berasumsi seperti itu?"
"Kamu putra tirinya.. mn,"
"Ya, aku putra tiri dari menteri Lee.. tapi, apa gunanya aku membunuhnya?" Tanya Eunseok berbasa-basi, "Aset harta kekayaan menteri Lee? Scusa, ayahku jauh lebih kaya daripada menteri Lee, ibu." (maaf.)
Irene berdecak sembari menyugar surai hitam panjangnya, "Kamu kenapa tiba-tiba pergi ke Italia tanpa pamit pada ibu, hm?"
"Aku akan menikah di sana,"
"Yaaa, ibu tahu itu.. tapi, kenapa tidak berbicara pada ibu dulu jika kamu ingin pergi ke Italia lebih cepat?"
"Lupa, ibu kan sibuk." Eunseok meletakkan botol alkohol jauh dari jangkauan ibunya, "Mengenai aset yang ditinggalkan Menteri Lee, bagaimana?"
"Ibu serahkan pada keluarga Lee, ibu tidak ingin menyentuh aset si brengsek itu."
Eunseok tertawa sinis, "Come ci si sente ad essere traditi, mamma?" (bagaimana rasanya diselingkuhi, ibu?) Eunseok tahu, beberapa tahun terakhir ini hubungan Bae Irene dengan Lee Dongmin bermasalahㅡIa pun pernah tidak sengaja melihat ayah tirinya itu bersama wanita lain, berselingkuh, yang mana ternyata sang ibu juga sudah tahu permainan belakang yang dilakukan Menteri Lee itu.
"Diamlah, Eunseok Song." Desis Irene kesal.
"Sudah baik mendapatkan ayah tapi kenapa bisa ibu dulu berselingkuh dengan pria Lee itu?" Cerca EunseokㅡOrang tuanya bercerai saat ia berusia tiga belas tahun, bercerai karena ibunya memilih selingkuhan daripada ayahnya yang padahal sangat amat setia, "Aku akan kembali ke Italia nanti malam."
"Cepat sekali.. Eunseok?" Irene membujuk sebisa mungkin, "Tidak bisakah kamu pergi ke Italia setelah beberapa hari lagi.. setidaknya setelah berita kematian Menteri Lee meredam."
"Berita itu tidak akan meredam sebelum pelakunya belum ditemukan, Ibu." Tukas Eunseok masuk akal mengingat Lee Dongmin adalah Menteri yang begitu dihormati, "Pihak kepolisian masih mencari jejak bukti, seluruh staff hotel juga diintrogasiㅡ"
"Berita itu akan rendam lusa nanti, kepolisian juga akan menyerah.. tidak ada bukti karena pembunuhnya sangatlah rapi," Irene tertawa sumbang sembari bertepuk tangan heboh, "Hhh, sayangnya submissive yang menemani si brengsek Lee itu tidak tewas malam itu juga.. irritante." (menyebalkan.)
Satu alis Eunseok terangkat, curiga ia letakkan pada gerak-gerik sang ibu yang saat ini tersenyum miring, "Cos'hai fatto realmente?" (Apa yang sebenarnya ibu lakukan?)
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fanfiction[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
