Tidak pernah Rénjùn sangka jika dirinya akan berada di dalam satu kamar bersama seseorang yang sama sekali tidak ia duga keberadaannya, Jung Sungchan, rasanya agak aneh, satu kamar dengan pria yang akhir-akhir ini ia temui dengan segala macam topik perdebatan yang tidak ada habisnya.
Tanpa gangguan Sungchan duduk santai bersandar pada headboard ranjang dengan memangku laptop yang memaparkan data Undermask, benar-benar santai sekali, padahal Rénjùn yang duduk di bagian ranjang sampingnya terlihat kurang nyaman.
"Aku masih tidak mengerti,"
"Tidak perlu dimengerti," Balas Sungchan tanpa mengalihkan pandangannya dari daftar misi yang sedang akan dilaksanakan anggota Undermask, "Aku tidak memaksamu untuk mengerti."
Rénjùn mendengus geli, "Kau benar-benar tidak akan pulang ke rumahmu?"
"Dan kau akan melarikan diri?"
Astaga.. apa pria Jung ini tidak mempercayai perkataannya tadi? Rénjùn menghela nafas kasar, "Terserahlah, yang jelas aku tidak bisa tidur satu ranjang denganmu." Ungkapnya tanpa basa-basi.
Berhasil menarik atensi Sungchan, "Kau mengusirku dari kamarku?"
"Tidak, aku yang akan keluar."
Sungchan mengrenyit, "Keluar? Kau ingin tidur di mana memangnya? Markas memang memiliki beberapa kamar, hanya saja seluruh kamar sudah terisi."
Rénjùn sudah beranjak dari ranjang, "Aku akan tidur di Klinikㅡ"
"Duduk."
Perintah Sungchan tidak direspon cepat oleh Rénjùn yang nyatanya masih berdiri di samping ranjang.
"Duduklah, biar aku yang tidur di sofa."
satu alis Rénjùn terangkat, ia sadar jika di dalam kamar ada sofa mewah yang pastinya empuk, ah, kenapa ia tidak terpikirkan? Melihat Sungchan menutup laptop yang sudah dimatikan kemudian beranjak dari ranjang, Rénjùn memperhatikan pria itu.
"Kau yakin akan tidur di sofa?"
Sungchan menghela kasar setelah meletakkan laptop di atas meja, "Kenapa kau banyak bertanya?"
"Aku hanya ingin tahu." Rénjùn kembali duduk selagi Sungchan mengambil cadangan selimut dan bantal dari dalam lemari bagian bawah, pria itu benar-benar bersiap tidur di sofa.
"Segeralah tidur, Rénjùn."
Sesaat Rénjùn merasa ragu, meskipun sudah terlihat Sungchan duduk di sofa panjang dekat pintu, namun pria Jung itu tidak kunjung membaringkan tubuhnya bahkan masih mengotak-atik handphone.
"Apa kau ada urusan tengah malam?"
Banyak sekali pertanyaan yang diajukan Rénjùn, membuat Sungchan sedikit kesal karena mau tidak mau menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak berbobot.
"Tidak ada urusan."
"Benarkah?"
Sungchan meletakkan handphonenya kemudian menatap Rénjùn yang duduk di ranjang, "Sepertinya kau benar-benar takut aku tinggalkan ya?"
Rénjùn membulatkan kedua matanya, ia segera memalingkan wajahnya dari tatapan mengejek yang dilemparkan Sungchan, "Bukan seperti itu maksudku ya!"
"Ya, baiklah." Sungchan memposisikan diri berbaring dan sudah siap memejamkan kedua matanya, segera beristirahat karena hari ini cukup melelahkanㅡIa harus menghandle rapat, mencari Rénjùn, berdebat dengan Song Eunseok dan melakukan evaluasi pada anggota Undermask yang sayangnya digagalkan oleh Rénjùn.
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fanfiction[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
