42 › Persiapan.

350 42 3
                                        

Pagi menjelang siang, dua keluarga besar sudah berkumpul di kediaman Lee, siap untuk memulai sesi diskusi panjang mengenai persiapan pernikahan, penuh antusiasme, meskipun di tengah kebahagiaan, ada sedikit rasa gugup yang sepertinya hanya dirasakan oleh Rénjùn, ia duduk di kursi dengan wajah cerah, namun telinganya tidak bisa lepas dari mendengar banyaknya rencana kegiatan yang telah direncanakan dan harus ia kerjakan. Di sampingnya, Sungchan, duduk dengan tenang mendengarkan pembicaraan orang-orang yang lebih dewasa dari mereka.

"Jadi, bulan depan ingin tanggal 13 atau 23?" Ujar kakek Lee setelah mereka mempertinjau ulang banyaknya tanggal baik.

Kakek Huáng menghela nafas, "Bukankah kedua tanggal itu terlalu cepat, Lee? Sekarang saja sudah tanggal 11, tidak ada satu bulan untuk persiapan jika kita memilih satu dari dua tanggal yang kau ajukan." Beliau berpikir jika Lee sudah gila, seperti tidak sabar ingin menyerahkan cucu satu-satunya kepada keluarga Jung.

"Hei, lebih cepat lebih baik." Sahut kakek Lee, "Lagipula kau tenang saja, segala persiapan akan tetap terkendali dengan baik."

"Benar apa yang dikatakan Tuan Lee," Jaehyun menambahi, "Anda tidak perlu mengkhawatirkan kebutuhan pernikahan, Tuan Huáng." That's Jung, whatever Jung plans will be carried out easily.

"Tapi tetap saja terlalu cepat, setidaknya membutuhkan satu bulanㅡ"

"Untuk apa menunggu lebih lama jika Rénjùn dan Sungchan sudah menghabiskan waktu bersama cukup lama dengan hubungan yang tidak terlalu jelas?" Celetuk Nenek Lee tanpa sadar menyinggung Sungchan dan Rénjùn, "Ayolah, Tuan Huáng, kita tidak hanya perlu menentukan tanggal lalu setelah Sungchan dan Rénjùn bisa pergi ke butik dan toko cincin, untuk urusan gedung, WO, catering dan lainnya sudah saya dan Tuan Jung Taeyong atur."

"Huh?" Meski paham cara kerja keluarga konglomerat tetapi kakek Huáng tetap saja terkejut, "Kalian benar-benar sudah mengatur?"

"Jadi, tanggal berapa yang anda setujui, Tuan Huáng?" Taeyong berbalik mempertanyakan topik utama kepada Tuan Huáng yang diberikan wewenang oleh Rénjùn dan Sungchan untuk memilihkan tanggal.

Tidak langsung menjawab, kakek Huáng justru menatap cucu semata wayangnya lebih duluㅡMembuatnya merasa belum rela melepaskan cucunya kepada pria yang saat ini duduk di samping cucunya, "Kalian berdua benar-benar ingin kakek yang memutuskan?"

Rénjùn mengangguk pelan, "Yéyé saja, aku lebih merasa lega jika Yéyé yang memutuskan."

Kakek Huáng semakin berat, "Baiklah.." Beliau memikirkan ulang dua tanggal yang diajukan, "Saya pikir tanggal 23 tidak terlalu cepat, masih ada waktu untuk bersiap."

Jaehyun dan Taeyeon saling bertukar pandang dengan kakek dan nenek Lee, sebelum pada akhirnya mereka mengangguk sepakat. "Baiklah, saya dan nyonya Lee akan segera mengkoordinasikan tentang semua keperluan yang diperlukan." Ujar Taeyong bersemangat, disetujui pula oleh nenek LeeㅡReally prepared, "Hari ini mungkin juga Sungchan dan Rénjùn bisa ke butik dan toko cincin langganan Jung agar persiapannya lebih cepat."

"Ei, memangnya hari ini benar-benar bisa?" Celetuk Sicheng yang sebenarnya tidak meragukan mengingat ia pernah menjadi submissive dari konglomerat Jepang, bisa melakukan apa yang diinginkan di waktu itu jugaㅡHanya saja ia tidak menyangka jika Jung secepat itu ingin mendapatkan keponakannya.

Nenek Lee mengangguk dengan senyum bahagia, "Saya dan Tuan Taeyong sudah membuat janji pertemuan dengan pihak butik dan pihak cincin yang menghendaki kapan saja."

"Ya sudah jika memang begitu," Kakek Huáng menyerahㅡLagipula ini juga demi kebaikan cucu semata wayangnya, "Rénjùn dan Sungchan bisa segera pergi ke butik dan ke toko cincin."

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang