36 › Kepindahan.

483 62 10
                                        

Hi, masalah utamanya kurang sedikit lagi! Tipis-tipis ada lagi, tapi nggak berat kok. Cerita ini sudah satu tahun <3 Terima kasih banyak untuk yang sudah menunggu, membaca, vote dan komentar setiap chapter!

How To Comply?

08:25 KST, Korea Selatan.

Kekhawatiran menyelimuti Taeyong sejak semalam, submissive Jung itu sampai tidak bisa tidur dengan tenang karena merasa ada hal yang tidak beres yang mungkin terjadi di antara sang dominan atau dua putranya yang sama sekali tidak bisa di hubungi.

"Bubu, tenanglah." Meski terlihat tenang, Jeno yang sejak semalam menemani sang bubu pun diam-diam turut khawatir dan tetap berusaha menghubungi orang-orang yang mungkin sedang bersama kepala keluarga Jung atau saudaranya, yang sialnya sama sekali tidak mendapatkan jawaban. "Sebentar lagi mereka pasti pulang." Jeno memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya, ia melangkah menghampiri sang bubu yang sejak tadi mondar-mandir gelisah di depan pintu utama seolah menunggu kedatangan kepala keluarga Jung dan putra-menantunya, "Ayo kita sarapan lebih dulu, semalam bubu hanya makan sedikit."

"Jeno.." Lirih Taeyong ketika lengannya dipegang oleh sang putra yang bermaksud menenangkannya, "Bubu takut jika terjadi sesuatu..  kamu tahu Daddymu seperti apa kan?"

Jeno mengangguk pelan. "Tapi mungkin saat ini Dad sedang mengurus perusahaan, aku mohon bubu jangan terlalu memikirkan hal negatif tentang dad." Ujar Jeno se-positif mungkin agar pikiran negatif sang bubu tidak semakin menjadi, "Akhir-akhir ini perusahaan Jung sedang sibuk, banyak proyek besarㅡ"

Perkataan Jeno terhenti karena suara pintu utama yang dibuka dari luar, berhasil menyita perhatian Jeno dan sang bubu yang langsung menghampiri Jung Jaehyun-lah.

"Jaehyun, kau dari mana saja?" Taeyong bertanya serius menelisik kondisi tubuh Jaehyun yang terlihat baik-baik saja, "Kenapa panggilanku atau Jeno tidak kau angkat, huh?"

Jaehyun mengrenyit tidak suka, "Kenapa kau terlihat panik sekali?"

"Aku khawatir!"

"Untuk apa kau khawatir?" Jaehyun melangkah melewati Taeyong yang tentunya mengikutinya, "Aku tidak akan mati konyol."

Taeyong menarik nafasnya mendengar perkataan remeh Jaehyun, "Lalu, apa yang kau lakukan semalam? Ke mana kau pergi?"

Pertanyaan Taeyong membuat Jaehyun berbalik menghadap submissive Jung itu, "Bukankah aku sudah mengatakan jika aku memiliki urusan?"

"Semalaman?" Taeyong memincingkan tatapannya melihat ekspresi datar yang diperlihatkan Jaehyun, "Urusan apa yang sampai membuatmu tidak sempat mengangkat panggilan telpon dariku atau Jeno?"

Jaehyun berdecih, "Kau tidak perlu tahu."

"Aku perlu tahu, Jaehyun." Taeyong berbicara tegas, menepis rasa takutnya terhadap sang dominan yang mungkin bisa saja membuangnya kapan saja, "Aku perlu tahu apa yang kau lakukan semalamanㅡ"

"Aku tidak berselingkuh atau mengunjungi tempat hiburan malam, puas?"

Taeyong memejamkan kedua matanya untuk meredam gejolak emosi, "Bukan itu jawaban yang aku inginkan."

"Lalu jawaban seperti apa?"

Mengetahui ketegangan yang terjadi di antara Jaehyun dan Taeyong, Jeno melangkah mendekati kedua orang tuanya dengan tujuan menengahi. "Dad, semalam Jaemin dan Yangyang juga pergi setelah dad, mereka juga tidak bisa dihubungi." Ujarnya dengan tenang membuat Jaehyun menaikkan satu alisnya.

Jaehyun beralih menatap Taeyong yang hampir menangis, "Kau pikir aku membuat masalah dengan putramu, Lee?"

"Ya, anda membuat masalah dengan putra dari Lee Taeyong, Tuan Jung!"

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang