How To Comply?
Bugh
"Apa yang kau lakukan sejak pagi, sialan!"
Bugh
Sesuai dugaan Hyunjin yang sejak tadi khawatir, kini, dirinya benar-benar dihajar habis-habisan oleh Sungchan yang bahkan baru saja datang.
Srak
"Aku memberimu satu tugas, hanya mengikuti Rénjùn, bukan beberapa misi membunuh orang, Hyunjin!" Sungchan menghempaskan tubuh Hyunjin ke lantai setelah ia tarik paksa, "Mengapa kau tidak becus? Hanya mengikuti Rénjùn saja! Apa susahnya?"
Bugh
"Sungchan, sudah, kau sedang berada di rumah sakit.. di depan ruang inap Rénjùn."
Sungchan menepis tangan Eunseok yang mencoba menahannya, "Diamlah, ini urusanku dan Hyunjin, apa yang terjadi pada Rénjùn adalah kesalahan Hyunjin yang tidak benar-benar melakukan tugasnya, Eunseok."
"Rénjùn tidak akan senang setelah sadar nanti dan melihat Hyunjin terluka karena ulahmu, Sungchan." Eunseok mencoba menenangkan Sungchan, "Kumohon, ini bukan sepenuhnya kesalahan Hyunjin dan Lee Sohee.." Ia kasihan pada Lee Sohee yang menahan tangis dan Hyunjin yang sudah terluka.
"Aku hampir kehilangan Rénjùn karena Hyunjin lalai, Eunseok." Sungchan mengepalkan tangannya, menatap nyalang Hyunjin yang sudah berdiri dengan ujung bibir mengeluarkan darah akibat dari pukulannya.
"Tenanglah, Rénjùn tidak apaㅡ"
"Tidak apa-apa katamu?" Sungchan menatap nyalang pada Eunseok, "Kau mengatakan Rénjùn tidak apa-apa di saat Rénjùn sedang tidak sadarkan diri saat ini? Bajingan, bagaimana bisa aku tenang saat Dokter tidak mengatakan kapan Rénjùn sadarkan diri!"
Dughh
Sungchan memukul dinding koridor rumah sakit, "Harusnya aku tidak berangkat ke Jepang, harusnya aku tidak mengizinkan Rénjùn pergi ke resto.." Sungchan tertegun sebelum mencengkram jas Eunseok, "Woobin.. di mana tunanganmu itu?"
Ya, semua yang diceritakan Hyunjin, sudah disampaikan Lee Sohee pada Sungchan saat keduanya bertemu di depan gedung rumah sakit Jung.
"Sungchan, biarkan aku yang mengurus Woobinㅡ"
"Di mana tunanganmu itu!" Sungchan mendorong kasar Eunseok, "Kenapa tunanganmu itu tega melakukan hal seperti ini pada Rénjùn yang bahkan tidak mengenalnya, hah?!"
Eunseok bungkam, ia tidak mampu memberikan pembelaan terhadap Woobin karena pada dasarnya tunangannya memang bersalah.
Sungchan mengacak frustasi surainya yang memang sudah berantakan sejak datang menemui Lee Sohee, "Apa dia tidak puas setelah berhasil membunuh Wonbin? Mengapa dia juga melukai Rénjùn? Sebenarnya, apa salah Wonbin dan Rénjùn padanya?"
"Maafkan Woobin, Sungchan.. aku memohon maaf atas namanya," Eunseok menunduk sedih melihat kekacauan yang dirasakan Sungchan, "Kumohon, jangan sakiti dia.. biarkan aku yang mengurusnya."
"Apa yang akan kau lakukan pada tunanganmu?" Sungchan menatap sinis Eunseok yang saat ini memohon belas kasih darinya, "Aku tidak yakin kau akan sanggup memberinya hukuman yang bisa membuatnya jera."
"Percayalah padaku, kumohonㅡ"
Sungchan mengabaikan permohonan yang diminta Eunseok, ia melenggang memasuki ruang inap Rénjùn dengan langkah yang terasa lemas tepat saat melihat Rénjùn terbaring lemah tidak sadarkan diri di atas bangkar rumah sakit.
Tidak ada tatapan sinis dan kalimat ketus yang biasanya menyambut kehadiran Sungchan.
Sungchan duduk di kursi yang tersedia di samping bangkar Rénjùn, duduk meraih dan menggenggam lembut tangan Rénjùn yang tidak tertancap infus.
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fanfiction[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
