Jung Sungchan adalah definisi dominan yang sempurna, entah dari segi fisik maupun materi, Rénjùn bisa menyadari itu. Terlepas dari sikap pemaksa dan meremehkan, sebenarnya itu sikap yang sudah pasti akan ditunjukkan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan lebih. Tapi, Rénjùn tidak akan terlena akan perlakuan loyal yang diberikan Sungchan padanya.
Rénjùn masih berpikir, sepertinya Sungchan adalah tipikal dominan yang mengandalkan kekayaan dan kekuasaan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tanpa menggunakan perasaan sama sekali. Tapi, untuk saat ini, Rénjùn harus menahan diri agar anggota markas tidak mendapatkan imbas dari apa yang ia perbuat.
"Sekali kau mencoba melarikan diri, maka akan ada nyawa melayang, Huáng Rénjùn."
Perkataan Sungchan sebelum evaluasi dibatalkan itu pun masih diingat Rénjùn sampai detik ini, mengerikan, paras Sungchan itu tampan seperti dominan baik tetapi nyatanya jahatnya melebihi iblis, bahkan sepertinya iblis minder bertemu Sungchan.
Baiklah, mari lupakan tentang pemikiran Rénjùn terhadap Jung Sungchan.
Saat ini, Rénjùn sedang mengekplorasi ruang Penthouse, mulai dari ruang tamu, kamar mandi, ruang penyimpanan alat bersih-bersih yang sudah dilengkapi alat pembersih ruangan, ruang televisi dan berakhir di ruang makan yang terhubung dengan dapur. Rénjùn yang pada dasarnya penasaran, ia membuka lemari dapur dan kulkas yang ternyata sudah dipenuhi berbagai macam persediaan makanan, mulai dari buah, sayur, makanan ringan, makanan instan, bumbu dapur, susu, kopi instan, sirup, sereal dan roti selai, sudah amat lengkapㅡMembuat Rénjùn speechless.
"Sungchan yang melakukan ini semua?"
Benar-benar sempurna bukan?
Sebelumnya Rénjùn juga sudah mengecek kamar mandi yang ada di dekat dapur, di dalam kamar mandi pun sudah tersedia sabun, sampo, handuk bersih dan satu set sikat gigi yang masih baru, semuanya masih baru.
Rénjùn menutup kulkas, ia mengecek rak penyimpanan dan langsung menemukan berbagai macam alat memasak, yang masih terlihat baru.
Rénjùn menggeleng takjub, "Dia menghabiskan uang untuk ini semua?" Padahal Rénjùn sempat berpikir jika dia sendiri harus berbelanja kebutuhan Penthouse nantinya, tetapi ternyata tidak perlu.
"Kau memasak?"
Rénjùn berjengit kaget mendengar pertanyaan dari arah belakang tubuhnya, ia berbalik mendapati Sungchan, "Kupikir kau tidur.."
"Ayo buat kesepakatan."
"Kesepakatan apa? Oh, aku seperti seorang simpanan yang diberikan fasilitas kemudian dikunjungi ketika kau membutuhkan sesuatuㅡ"
Sungchan tertawa, "Simpanan? Memangnya aku memiliki pasangan sehingga menjadikanmu sebagai simpananku?"
"Kau konglomerat, apa pun bisa kau lakukan."
"Ya, termasuk menjadikanmu sebagai pasanganku."
How To Comply?
Mobil Jeno dan Jaemin berhenti di halaman parkiran sebuah gedung apartemen, mereka mengikuti mobil Lee Sohee setelah mendesak paksa asisten Sungchan itu. Jeno dan Jaemin turun, menghampiri Lee Sohee yang sedang memerintahkan dua anggota Undermask yang memang datang bersama submissive itu.
"Itu mobil Sungchan," Jeno menunjuk mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari jangkauan mereka, rupanya benar, saat ini Sungchan berada di Penthouse yang beberapa hari lalu dibeli bungsu Jung itu.
"Anak gila." Jaemin kepalang kesal, dua hari berturut mendengar Bubunya mengomel tentang Jung Sungchan tetapi putra bungsu Jung itu seenaknya berkeliaran tanpa memberikan kabar pada orang rumah. Tanpa basa-basi, Jaemin memasuki gedung apartemen, memasuki lift yang langsung ia tekan tombol lantai teratas gedungㅡMeninggalkan Lee Sohee dan Jeno yang tergesa-gesa menyusul.
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fiksi Penggemar[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
