02 › Menyerah?

1.4K 149 4
                                        

Lee Sohee memang dapat diandalkan.

Malam pukul tujuh setelah makan malam bersama keluarga, Sungchan mendapatkan kiriman dokumen dari asistennya, Lee Sohee, yang siang tadi diperintahkannya untuk mencari informasi mengenai seorang pelayan restoran Siate Felici bernama Huáng Rénjùn.

Informasi dasar mengenai latar belakang kehidupan Huáng Rénjùn dalam sehari sudah berada dalam pengetahuan Sungchan, puas sekali mengetahui fakta pelayan itu.

Drtt.. Drtt.. Drtt..

Sungchan mengalihkan atensinya dari layar iPad yang menampilkan dokumen mengenai Renjun, sebab ponselnya mendapatkan panggilan dari sang asisten, yang mana langsung ia angkat.

"Selamat malam, maaf jika saya mengganggu waktu istirahat anda, Tuan."

"Katakan tujuanmu."

"Saya sudah menghubungi Manager juga pemilik restoran Siate Felici sesuai dengan perintah anda dan besok pihak mereka akan menindak lanjuti keputusan mengenai Huáng Rénjùn karena untuk saat ini Huáng Rénjùn tidak dapat dihubungi."

"Oke."

"Untuk detail informasi lebih lanjut lainnya mengenai Huáng Rénjùn akan saya kirimkan setelah saya kumpulkan semuanya."

"Hm."

"Sekali lagi maafkan saya karena mengganggu waktu anda dan selamat beristirahat, Tuan."

Pip

Meletakkan ponselnya di atas meja, Sungchan beranjak menuju balkon kamar, menumpukan kedua tangannya pada pagar tembok balkon, Sungchan melihat langit malam yang benar-benar gelap tanpa bintang ataupun bukan.

"Aku memang pelayan di restoran yang menyediakan jasa pelayanan bejat tapi bukan berarti aku akan sudi melayani keinginan bejatmu itu, Tuan Sungchan!"

Sungchan terkekeh pelan mengingat kejadian siang tadi, ekspresi marah pelayan ituㅡCukup menarik perhatiannya.

"Oh ya, aku akan tetap membayar kerugianmu dengan uang sebagai bentuk dari tanggung jawabku!"

Lagak sok angkuh itu semakin membuat Sungchan ingin tahu seberapa mampu pelayan itu menghadapinya.

"Aku beri kau waktu tiga hari untuk mengumpulkan setidaknya setengah dari kerugianku." Balasan Sungchan, "Jika kau gagal, persiapkan dirimu untuk menerima konsekuensinya, Huáng Rénjùn."

"Dua puluh lima juta won.. aku pastikan kau akan mematuhiku, Renjun." Gumam Sungchan puas mengingat ekspresi terkejut Huáng Rénjùn.

"Kau belum tidur?"

Sungchan berbalik ke belakang, mendapati Hyung ketiganya berdiri di depan pintu balkon. "Hyung, ingin pergi ke mana?" Balik bertanya karena Jaemin mengenakan pakaian rapi daripada pakaian tidur.

"Aku akan berangkat ke Jerman."

Tidak perlu terkejut, "Ingin menggunakan jet Markas?"

Jaemin mengangguk, "Hanya itu yang ingin kukatakan."

"Menemui Yangyang?" Tebak Sungchan.

"Ya, untuk apalagi aku pergi ke sana jika bukan untuk menemui Liu?" Jaemin mengakui, "Sudahlah, aku akan berangkat ke Markas sekarang." Berbalik hendak meninggalkan Sungchan yang nyatanya mengikutinya sampai di pintu kamar bungsu Jung itu.

"Perlu kuantarkan?"

Jaemin menggeleng pelan, "Kau istirahatlah, aku akan pergi bersama Paman Jo." Meraih gagang pintu dan sedikit berbalik, "Ah ya, besok m Mark dan Haechan pulang."

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang