"Apa yang kemarin kau bicarakan dengan Sungchan sampai membuat putraku pulang lebih cepat?" Taeyong tahu bahwa pagi ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya pada Jaehyun yang sedang bersiap-siap pergi ke kantor, tapi saat ini Taeyong benar-benar khawatir tentang hari lalu saat Sungchan dan Rénjùn pamit pulang lebih cepat dan itu terjadi setelah beberapa menit Sungchan selesai mengobrol dengan JaehyunㅡPertanyaan itu pun sudah Taeyong tahan sejak kemarin dan baru sekarang ia utarakan walau ia yakin sekarang bukan waktu yang tepat, "Apa kau membahas tentang Undermask lagi, Jung?" Pertanyaannya berlanjut sembari tangan terulur untuk merapikan dasi yang sudah terpasang pada leher sang dominan, "Kau berdebat dengan putraku lagi? "
Jaehyun tidak memberikan jawaban yang diharapkan, pria Jung itu justru menatap sang submissive yang mulai cerewet.
"Ayolah, sampai kapan kau akan terus memperdebatkan hal itu dengan putraku?" Selesai dengan urusan dasi, Taeyong beranjak merapikan kemeja yang tidak jadi dikenakan Jaehyun.
"Lebih baik jika kamu diam dan berhenti mengocehiku tentang apa yang aku lakukan, Lee." Jaehyun memungut dan memakai jam tangannya setelah mengenakan jasnya, acuh pada Taeyong yang kini berhenti beraktifitas demi menatapnya tajam.
"Jung, aku tidak akan mengoceh jika kau tidak membuat masalah dengan putraku." Tukas Taeyong dengan kedua tangan berkacak pinggang, "Kau benar-benar tidak sadar jika perlakuanmu pada putra-putraku selama ini membuat putra-putraku menjauhimu."
"Diamlah, Lee."
"Hari ini Mark dan Haechan akan berangkat ke Kanada," Celetuk Taeyong mengabaikan perintah Jaehyun, ia berbalik mendekati ranjang untuk merapikan selimut, "Lalu, semalam aku mendengar pembicaraan Jaemin dan Yangyang tentang pindah ke Jerman karena Yangyang tidak bisa pindah menetap di siniㅡ"
"Apa?" Spontan Jaehyun berbalik menghadap Taeyong yang berdiri membelakanginya, "Semalam kamu mendengar Jaemin dan Yangyang berbicara tentang itu? Lalu, apa kamu sudah berbicaraㅡ"
"Berbicara apa?"Sela Taeyong ketus tanpa menoleh, "Melarang mereka pindah? Tentu saja tidak karena itu keputusan mereka dan aku tidak berhak mencampuri urusan dalam hubungan mereka walaupun aku adalah ibu mereka."
Jaehyun menaikkan satu alisnya sembari menatap Taeyong, "Kamu merasa tenang jika Jaemin pergi meninggalkan kamu?"
"Tidak." Barulah Taeyong menghadap Jaehyun yang mulai menatapnya dengan tatapan yang menurutnya menyebalkan, "Tapi, setidaknya Jaemin memiliki alasan yang jelas tentang mengapa dia pindahㅡ"
"Alasannya karena submissivenya, artinya kamu rela mengalah demi menantu yang bahkan jarang sekali bertemu denganmu." Sarkas Jaehyun tertuju pada Taeyong.
Taeyong tertawa renyah mendengar perkataan Jaehyun, "Setidaknya Jaemin pergi meninggalkan aku bukan karena alasan dia merasa tidak nyaman tinggal di sini bersama kau, Jung." Balasnya tidak kalah sarkas.
Seketika Jaehyun mengalihkan pandangannya dari Taeyong, mudah merasa tersinggung. "Kapan Mark dan Haechan berangkat?" Ia juga mengalihkan topik pembicaraan lalu mengambil tas kantor yang tergeletak di atas meja.
Setelah ranjang rapi, Taeyong melangkah mengikuti Jaehyun yang keluar dari kamar mereka, "Setelah jam makan siang, kau bisa pulang lebih cepat kan?"
"Mungkin jika aku tidak ada jadwal tambahan."
Taeyong menatap Jaehyun setelah mereka memasuki lift yang mulai bergerak turun usai Jaehyun menekan tombol lantai satu, "Putra sulungmu akan berangkat ke Kanada, apa kau bisa membatalkan jadwal tambahanmu itu jika ada?" Harap Taeyong walau ia masih kesal pada dominannya.
"Akan aku usahakan, Lee."
How To Comply?
"Bekas jahitannya sudah membaik, lusa perbannya sudah bisa dilepas."
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fanfiction[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
