Siang ini di salah satu cafe tidak jauh dari kantor advokat, Jung Jaemin berhasil menemui Jung Sungchan setelah seharian kemarin mengirimkan banyak pesan berisikan desakan ajakan bertemu. Duduk berhadapan di salah satu bangku cafe, Jaemin menghela nafas samar memperhatikan Sungchan yang baru saja datang dan duduk.
"Apa yang ingin hyung katakan?" Tanya Sungchan pada intinya langsung karena tidak ingin terlalu lama berhadapan dengan Jaemin, sebab sebenarnya ia sedikit was-was jika pertemuannya dengan Jaemin dipantau oleh Jaehyun.
"Besok hari pernikahanku."
Sungchan mengangguk-angguk, "Aku tidak lupa."
"Aku harap kau tetap datang, " Pinta Jaemin yang demi apapun ingin hari pernikahannya lengkap dihadiri anggota keluarga Jung, "Sehari saja kesampingkan urusanmu dengan dad."
"Aku akan datang tanpa memikirkan dad, lagipula aku akan datang sebagai adikmu bukan suruhan dad yang memberontak." Balas Sungchan datar walau menyinggung jabatan yang dulu ia milikiㅡUnderboss, di bawah Jaehyun selaku boss.
Jaemin tidak dapat berkata-kata lagi, ia tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan Sungchan dan Jaehyun, lagipula tujuannya mengajak Sungchan bertemu adalah untuk mengingatkan dan memastikan bungsu Jung itu menghadiri hari bahagianya. "Jasmu dan jas Rénjùn sudah jadi, ada di mobilku." Tujuan lainnya adalah memberikan jas yang dibuat khusus untuk Sungchan dan Rénjùn.
"Terima kasih sudah repot-repot membawakan jasku dan Rénjùn, hyung."
Jaemin menyeruput kopi pesanannya sebelum memulai topik baru, "Apa aku boleh tahu keadaan Rénjùn saat ini? Dia sudah lebih baik dari sebelumnya kan?"
"Ya, has recovered slowly." Sungchan menjawab seadanya sesuai dengan apa yang ia lihat, "Bubu.. beliau tidak apa-apa kan?"
"Menurutmu, bagaimana kondisi orang tua setelah putranya meninggalkan rumah?" Jaemin berbalik bertanya, "Aku berbicara seperti ini bukan karena ingin mencampuri urusanmu dengan dad, Sungchan.. tapi, aku ingin bubu baik-baik saja." Ujar Jaemin sebelum Sungchan salah memahami perkataannya, "Bubu memikirkan kau dan Rénjùn setelah kalian berdua pergi dari rumah."
"Katakan pada beliau jika aku dan Rénjùn baik-baik saja, tidak perlu ada yang dikhawatirkan." Untuk masalah bubu, sebenarnya Sungchan merasa enggan meninggalkan rumah tapi sekali saja ia ingin mengedepankan dirinya yang sejujurnya tidak betah dan tidak tega mendengar perkataan kejam sang dad pada Rénjùn. Mungkin terdengar durhaka, Sungchan memilih Rénjùn daripada bubu.
"Orang tua tidak mudah percaya pada perkataan anaknya jika belum melihat secara langsung, Sungchan." Tukas Jaemin.
Sungchan menghela nafas kasar lalu beranjak dari duduknya, "I think our conversation ends here, hyung."
"Pulang demi bubu, Sungchan."
"Kau ingin aku mendengar dad merendahkan Rénjùn, hyung?"
Sejenak Jaemin memejamkan kedua matanya menahan jengah berdebat dengan Sungchan, "Apa kau akan benar-benar menjauhi keluargamu demi Rénjùn?"
"Aku tidak pernah berkata akan menjauhi keluarga Jung demi Rénjùn," Balas Sungchan agak sengit, "Aku tidak akan seperti ini jika dad menerima keputusanku, hyung."
"Baiklah," Jaemin menyerah beradu argumen dengan Sungchan, "Lakukan hal yang menurutmu perlu, jika kau benar-benar mencintai dan ingin melindungi Rénjùn maka putuskan sesuatu yang tidak beresiko untuk kalian berdua." Hening sejenak, Jaemin menatap Sungchan yang berdiri di hadapannya, "Aku selalu berada pada pihakmu, hubungi aku jika kau membutuhkan bantuan.. karena aku yakin jika kau paham apa yang akan dilakukan dad agar kau kembali."
KAMU SEDANG MEMBACA
18. How To Comply?
Fanfiction[ S1 & S2 ] "Aku tidak akan pernah memohon atau bahkan menuruti keinginanmu, Jung."
