30 › kenapa?

626 86 19
                                        

"Ada apa? Kenapa Sohee bilang kalau aku dipanggil?"

Sungchan menatap Bae Irene yang sepertinya termangu melihat Rénjùn yang baru saja datang, "Duduklah, Rénjùn." Ya, pagi menjelang siang ini rumah Huáng benar-benar kedatangan Bae Irene dan Song Eunseok.

"Aku? Kenapa ikut duduk? Bukankah mereka tamu kamu, Sungchan?" Tanya Rénjùn keheranan melihat seorang wanita dan seorang pria yang ia lihat kemarin datang ke rumah untuk menemui Sungchan.

"Bukan," Sungchan melihat ke arah Rénjùn yang terlihat ragu-ragu untuk bergabung, "MerekaㅡNyonya Bae datang untuk berbicara dengan kamu, beliau tamu kamu."

"Apa..?" Spontanitas Rénjùn menatap wanita bermarga Bae yang langsung tersenyum manis padanya, "Nyonya datang untuk menemui saya..? Maaf, tapi, saya tidak mengenal anda.. atau sebenarnya saya mengenal anda tapi saya lupaㅡ"

"Duduklah terlebih dulu, saya akan menjelaskan tujuan saya datang menemui kamu, Rénjùn." Pinta Bae Irene sembari menepuk sofa di sampingnya yang sengaja dikosongkan untuk Rénjùn duduk.

"Baiklah..?" Rénjùn patuh, ia duduk setelah melewati Sungchan yang duduk di sofa single berhadapan dengan pria yang kemarin sudah datang. "Jadi, apa yang ingin nyonya bicarakan?" Terlalu to the point karena Rénjùn benar-benar ingin tahu, "Tapi, sebentar.. Nyonya Bae siapa? Ada hubungan apa dengan saya.. atau mungkin dengan orang tua saya?" Sekejap ia menoleh ke arah Sungchan, "Kenapa kamu tidak menyebutkan tentang Nyonya Bae saat aku meminta kamu untuk menceritakan tentang keluargaku? Paman Dong Sicheng juga tidak.."

"Saya istri paman kamu, Rénjùn.." Bae Irene mulai menjelaskan agar Rénjùn tidak larut dalam kebingungan, "Bukan Dong Sicheng tetapi Lee Dongmin.. kakak dari ibumu, Lee Jungwoo."

"Oh?" Rénjùn sedikit miringkan kepalanya dan menatap Bae Irene penuh rasa penasaran, "Berarti Nyonya adalah bibi saya? Berarti Nyonya tahu banyak tentang keluarga saya ya?"

Bae Irene menutup rapat bibirnya, sekilas ia melirik SungchanㅡSebelum memanggil Rénjùn, Sungchan sudah memperingatkan Irene untuk mengatakan hal seperlunya. Jadi, saat ini Irene agak was-was jika salah menjelaskan, "Tidak.. terlalu tahu,"

"Eh.. tunggu, kalau nyonya adalah bibi saya, kenapa nyonya tidak menjenguk saya saat saya masih berada di rumah sakit?" Tanya Rénjùn seadanya, "Oh ya, ngomong-ngomong di mana paman Dongmin, bi?"

"Dillo e basta, Signora."
(katakan saja, Nyonya.)

Seakan mendapatkan izin dari Sungchan, Bae Irene mulai menceritakan sedikit tentang dirinya dan Lee Dongmin termasuk kematian Lee DongminㅡIrene beralasan setelah kematian Lee Dongmin, ia ada dinas di luar negeri sehingga tidak bisa menjenguk Rénjùn di rumah saat, "Begitu.. maafkan bibi yang tidak bisa menjenguk kamu saat masih berada di rumah sakit ya?"

Rénjùn mengangguk paham tanpa menaruh curiga pada perempuan yang baru kali ini ia temui dan memperkenalkan diri sebagai bibinya, "Um, apa aku boleh bertanya.. bi?" Kosa kata Rénjùn berubah tidak begitu kaku karena merasa nyaman, "Tentang keluarga ibu.. apa merekaㅡKakek dan nenek masih ada?"

Sungchan mematung mendengar pertanyaan yang sudah ia duga akan dipertanyakan Rénjùn pada Bae Irene.

"Mn, kakek dan nenek Lee ya?" Ulang Bae Irene sembari meminta izin pada Sungchan yang terlihat bingung.

"Iya, aku ingin tahu.."

Sungchan pasrah, ia mengangguk memberi isyarat pada Bae Irene untuk menjawab pertanyaan Rénjùn.

"Kakek dan nenek Lee masih hidup.. mereka baik-baik saja." Pernyataan singkat Bae Irene membuat Rénjùn merengut.

"Kalau begitu.. kenapa sampai sekarang mereka tidak menemuiku? Apa mereka tidak tahu kalau akuㅡCucunya masuk rumah sakit?" Tanya Rénjùn kecewa, sedih sekali menyadari jika sebenarnya dirinya tidak sendirian di Korea setelah ditinggalkan kedua orang tuanya, dia masih memiliki kakek nenek dan bibi dari pihak ibunya, lantas ia menoleh ke arah Sungchan dengan wajah sedihnya, "Kenapa paman Dong Sicheng berbohong jika aku tinggal sendirian di sini.. Sungchan? Aku kan masih memiliki kakek nenek dari ibuku."

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang