"Aku, biarkan aku yang mengurus Woobin.. kumohon, Sungchan."
Permohonan yang diajukan Eunseok seketika membuat Sungchan sadar bahwasanya teman dekatnya itu sangat menyayangi sosok yang menjadi dalang dibalik pembunuhan kekasihnya. Tapi, Sungchan berharap dan yakin jika Eunseok tetap memberikan hukuman pada sosok dalang pembunuhan WonbinㅡWoobin yang tidak lain adalah kekasih Eunseok sendiri
"Aku tunggu hasilnya, Eunseok." Ya, Sungchan mengabulkan permohonan Eunseok, "Aku tidak peduli apa yang akan kau lakukan pada Woobin asal apapun yang kau lakukan itu bisa membuatnya jera."
"Ya.. tentu, aku akan menemuinya sekarang.. tapi, apa kau akan kembali sekarang juga?"
"Ya.." Sedetik berikutnya Sungchan teringat Rénjùn yang belum ia kabari, ralat, Hyunjin atau pun Lee Sohee belum memberikan kabar tentang Rénjùn, "Aku tutup sekarang."
"baiklah, safe flight."
Panggilan ditutup oleh Sungchan yang segera beralih membuka roomchat Rénjùn yang terdapat beberapa pesan yang belum ia baca, segera saja, setiap bubble ia baca dengan amat teliti, sesekali ia dibuat tersenyum karena membayangkan Rénjùn mengomel sesuai dengan rentetan kalimat panjang yang diketik oleh Bellissimo-nya itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sampai pada sebuah baris kalimat yang mengingatkan Sungchan pada informasi yang tanpa sengaja disampaikan oleh Eunseok beberapa menit lalu, "Rénjùn pergi menemui teman-temannya di tempat kerjanya dulu..?"
Siate Felici
"Ha? Park Woobin? Kau tahu bahwa dia sudah diangkat menjadi pemilik Siate Felici?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.