12 › Membatalkan.

1.1K 130 14
                                        

Seperti beberapa malam bersama yang sudah mereka lalui akhir-akhir ini, yang perlu kalian ketahui adalah mereka tidak tidur satu ranjang.

Rénjùn yang hari ini bangun lebih awal, segera merubah posisinya menjadi duduk untuk mengumpulkan kesadarannya, sebelum pandangannya yang sempat buram itu terpusat pada seorang priaㅡJung Sungchan, tentunyaㅡTidur di atas sofa panjang yang sepertinya memang sengaja diletakkan di dalam kamar itu.

Sudah jam tujuh lebih sepuluh, "Dia belum bangun? Tumben." Rénjùn segera beranjak dari ranjang, sekilas ia menilik meja depan sofa yang dipenuhi lembaran dokumenㅡBerantakan, oh! Apa semalam dia begadang untuk menyelesaikan dokumen-dokumen itu sampai ketiduran? Pikir Rénjùn berniat membangunkan pria Jung yang sayangnya terlihat tidur nyenyak.

"Sungchan, Jung Sungchan."

Rénjùn mencoba membangunkan hanya dengan sebuah panggilan bernada lirih, sedetik berikutnya, kedua mata yang biasanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan itu pun terbukaㅡSempat membuat Rénjùn tertegun, ternyata semudah ini membangunkan pria ini?

Pandangan yang sedikit buram membuat Sungchan mengrejap berulang-kali hingga akhirnya bisa melihat jelas seseorang yang memanggilnyaㅡRénjùnㅡBerdiri di samping sofa tempat dirinya tertidur.

"Kau tidak pergi ke kantor?" Ah, Rénjùn ingat jikalau hari ini adalah hari di mana Sungchan akan membawanya pergi ke sebuah acara yang diadakan oleh keluarga Jung, "Bukankah hari ini perusahaan keluargamu mengadakan acara..? Jadi, karena itu kau hari ini tidak ada pekerjaan di kantor?" Bertanya lagi saat melihat Sungchan merubah posisi menjadi duduk.

Hari RabuㅡMasih hari kerja, Sungchan menatap Rénjùn yang masih berdiri di dekat sofanya, "Tidak, aku ada urusan kantor." Pria itu beranjak, spontan membuat Rénjùn melangkah mundur.

"Lalu.. acara perusahaan keluargamu..?

"Malam nanti," Sungchan membereskan lembaran dokumen yang belum sempat ia bereskan semalam, "Jam setengah tujuh aku akan menjemputmu, kau harus bersiap dan minta bantuan Lee Sohee untuk mempersiapkan segala sesuatu,"

Mendengar Sungchan yang sepertinya menjeda perkataan, Rénjùn mengangkat alisnya, "Apa?"

"Kau datang sebagai pasanganku,"

Oh, itu lagi! Rénjùn memalingkan wajahnya dari Sungchan yang menatapnya dengan tatapan yang lagi-lagi tidak dimengerti Rénjùn.

"Di ranah perusahaan bisnis.. aku ingin kau terlihat seperti apa yang kau perlihatkan padaku saat awal pertemuan kita." Sungchan tahu seluk-beluk dunia bisnis yang benar-benar keji, memanfaatkan segala sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, "Karena kau datang sebagai pasanganku, aku tidak ingin kau terlihat lugu di depan para tamu undangan keluarga Jung, maka dari itu, bersikaplah angkuh." Terakhir, Sungchan merapikan surai Rénjùn yang berantakan kemudian melesat memasuki kamar mandi setelah mengambil handuk dan pakaian gantinya dari dalam lemari.

Meninggalkan Rénjùn yang mematung di tempatnya berdiri, dengan wajah memerah tomat dan kedua telapak tangan yang terkepal pada sisi submissive Huáng itu.

Kau datang sebagai pasanganku.. aku tidak ingin kau terlihat lugu.. bersikaplah angkuh..

"Argh, dia kenapa sih?!" Desis kesal Rénjùn menatap pintu kamar mandi yang tertutup karena Sungchan mandi.

Tok.. Tok.. Tok..

Rénjùn tersentak mendengar ketukan pintu kamarnya, segera ia membuka pintu kamar dan mendapati Lee Sohee-lah pelakunya, "Ada apa?"

"Tuan Sungchan.. apa tuan sudah bangun?"

"hm, dia sedang mandi, kenapa?" Tanya Rénjùn mendapatkan ekspresi gelisah pada wajah Lee Sohee, "Apa ada masalah penting?"

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang