part 2

376 44 3
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Amora dan semuanya seakan terdiam dengan tingkah Alfareza yang tiba-tiba saja tidak bergerak dari duduk nya, dengan posisi sama iya berlutut dengan kepala yang di sandarkan tepat di paha sang pacar.

"Are you okey" tanya Amora membuat Alfareza mengangkat kepalanya.

"No, kau membuat ku hampir mati" jawab Alfareza.

"Huwek!, buset lo alay, lo lebay, lo jamet, sialan punya teman yang lagi kasmaran gini gue enek sumpah, omong alay untung punya muka ganteng, tapi lebih gantengan gue" sele kenzi dengan gerutunya tidak lupa dengan sekan berlagak ingin mutah dan jelas wajah konyol yang membuat suasana yang tapi mulai hidup kembali.

Alfareza tidak peduli dengan ucapan kenzi karna pacarnya lebih penting baginya, teman enggak tau diri gini pacar di ingat teman di lupakan awas nangis-nangis kalau putus cinta. "Sepertinya lo lebih ke iri ya" tanya elana.

Shit. Kenzi mendadak menatap datar dengan pertanyaan tersebut dia memang buaya namun tidak dengan kasmaran nya yang begitu bucin aku seperti sang ketua.

"Memang mau ngapain di amerika" lama terdiam angkasa angkat bertanya perihal ucapan amora.

Sang empun menatap nanar tajam milik angkasa dan jelas tatapan tersebut sering iya pandang ketika bertemu. "Ngapain gue disini juga, sebenarnya gue kesini cuma mau ngurusin sekolah bahkan tidak berniat sekolah" amora menjawab pertanyaan laki-laki dingin tersebut.

"Mau jadi apa lo enggak sekolah, gue tau lo pemilik sekolah namun tidak seenak jidat lo enggak sekolah" balas adriane dengan datar.

Amora terkekeh dengan prinsip sang wakil, dia memang tidak tersinggung ada benar perkataan nya namun apa daya nya gadis yang tidak suka bantahan, tidak suka di kekang, tidak suka bertele-tele, bahkan tidak mau kalah sedikit itu pun menatap lebih datar kebanting sang lawan.

"Disekolahan belum tentu lo fokus belajar, tidak semua belajar harus bersama guru, itu sih tergantung otak lo bisa atau enggak di pakai dengan benar" ucap amora dingin membuat suasana mendadak senyap.

"Sudah jangan di perpanjang, sarapan dulu sana dan masalah ini nanti di bicarakan sama dedy" usir kenzo membuat amora mengangguk.

"Ikut" tawar Amora kepada Alfareza membuat sang empun mengangguk.

Kepergian kedua pasangan tersebut membuat semuanya melempar tatapan malas. Sementara amora dan Alfareza berjalan kearah dapur dengan Alfareza yang menggandeng tangan kecil milik sang pacar.

"Mau sarapan apa sayang, nanti gue siapin" tanya Amora menatap beberapa makanan yang ada meja makan yang sudah tersedia membuat alfareza yang mendengar embel-embel sayang lantas tersenyum tidak jelas.

Dasar gila pikir amora, Alfareza tidak peduli dengan tatapan amora yang kesal dengan dirinya namun lebih memiliki untuk mencium tipis tangan sang pujaan hati, sudah di tebak amora terpaku tumben sekali iya terbawa suasana dengan bujangan ganteng di depan nya. Alfareza merapikan helaian rambut amora membuat sang empun tersadar.

Alfareza tersenyum simpul menghadap nya membuat linglung sendiri. "Biasakan manggil sayang ya" pinta alfareza membuat amora mengangguk seakan terhipnotis.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang