HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Dorr!!
Dasar mengalihkan di telapak tangan Andre, alfareza dkk kaget iya kira amora yang kena bahkan dikagetkan lagi kemunculan Dito di belakang amora dengan tanpa gagahnya berjalan cool dengan pistol di tangannya diakhiri dengan kedipan mautnya.
Andre memegang tangannya yang mengeluarkan darah. "Buset keren juga gue pakai pistol" ucap dito membuat amora yang berada di samping menggeplak kepala sang empun dengan kasar.
"Dari mana lo dapet" tanya amora membuat Dito menunjukan satu anggota yang terkapar di dalam ruangan sehingga amora terkekeh dengan anggotanya.
"Good boy" puji amora sehingga dengan cepat menunduk akibat terlihat jelas sang wakil ketua dari black eagle melayangkan peluru namun meleset.
"SERANG KENAPA KALIAN BENGONG" sentak Andre menahan sakit. "Bego sih" ledek Dito.
Sehingga pertarungan mulai terjadi alfareza tidak tinggal diam dan anggota yang ikut maju untuk membasmi anggota black eagle yang ada. Amora melawan arga sang wakil ketua black eagle dengan Dito yang melawan Andre yang berniat menghindar namun nihil Dito sudah mengetahui nya.
Suara pukulan, sayatan terdengar nyaring di malam tersebut dicampur dengan suara jangkrik yang beradu, hembusan angin sangat menyejukkan kulit. Andre sudah tak berdaya dengan Dito yang mengunci pergerakan nya.
"HENTIKAN SEMUANYA ATAU DIA MATI DI TANGAN GUE" teriak lantang Dito dengan nafas terengah-engah bahkan keringat membanjiri pelipis nya.
Senyap seketika tidak lagi ada pertarungan membuat Andre mencoba memberontak. Amora lengah melihat Alfareza yang dan kedua saudaranya yang penuh dengan lebam sehingga Arga yang melihat amora lansung membugam muka sang empun sehingga amora megang hidungnya yang merasakan nyeri dengan darah yang menetes.
Alfareza dan yang lain membulatkan matanya dengan Andre tersenyum miring mengeluarkan pisau kecil di sakunya lalu menancap nya di paha Dito membuat sang empun terpekik sakit.
Bugh
Andre terkapar dengan Dito menendangnya kuat, Dito mencabut kasar pisau yang berada di pahanya dengan ringisan. Amora yang mengingat iya membawa serpihan kaca pecah lantas menancap nya sempurna di bahu Arga sehingga pekik menggelegar.
Arga tidak tahan membuatnya mencoba kabur namun nihil amora menarikan kasar sehingga iya terjatuh ketanah. "Kalian hanya berlindung di bawah injakan red eagle bukan dan sekarang kau mengerti apa itu penipuan" ucap amora lansung mencekik Arga sehingga nafas sang empun tercekat.
"L-lepasin gue anj-ng" .
Amora terkekeh dengan darah yang masih menetes di hidungnya. Tangan putihnya mengelap darah yang keluar dari hidung lalu mengusapnya di muka Arga. "Red eagle tidak akan menolong mu jika iya tidak butuh dengan ketua black angel bukan".
Semuanya kaget terutama anggota black dragon. "Jangan bilang lo ketua black angel" ucap Arga dengan sekuat tenaga.
Amora tidak menjawab karna Arga pingsan kehabisan nafas membuat nya berdiri menatap banyaknya anggota black eagle yang terkapar tak berdaya. Tatapnya mengarah ke arah Dito yang menahan rasa sakit di pahanya dengan tangannya yang mencengkram erat pahanya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza II (REVISI)
AcakHay gays Amza up nih yok lah Mampir dulu jangan lupa Vote and komen
