part 24

183 17 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Alfareza maju beberapa langkah membuat amora mundur, tangan kekarnya berhasil mencekal sang empun membuat Amora mencoba memberontak.

"Jangan memberontak jika tidak mau sakit" peringat alfareza dengan dingin.

"Reza! Apakah seperti ini kau memperlakukan wanita" sentak aruna membuat alfareza seakan tuli dengan sentakan tersebut.

Mungkin efek dari tidak di kabar amora selama satu minggu membuatnya tidak peduli dengan sekitar. Sedangkan darga hanya memperhatikan kelakuan sang anak yang memang sepertinya.

"Kau hadir di kehidupan ku dan kau seakan sama dengan yang dulu tapi beda orang, gue enggak menyangka sikap ku bisa berubah-ubah ketika bersama orang lain" batin amora masih terkunci dengan tatapan tajam milik alfareza.

"Kau siapa, kau bukan gadis yang pertama kali gue lihat" batin alfareza.

Deg!

Amora menatap sempurna alfareza dengan tatapan ragu. "Tidak, gue orang yang sama tapi kau baru menyadari semuanya, gue salah memperlihatkan drama kepadanya" balas amora lewat batin.

"Kalian kenapa diam, sini amora pulangnya nanti aja, alfareza sana mandi" pinta aruna membuat alfareza menarik tubuh amora berjalan kearah tangga.

Aruna menatap kepergian sang putra membuatnya khawatir jika akan terjadi hal yang tidak terduga. "Jangan terlalu dipikirkan, dia tidak akan menyakiti nya jika tidak berbuat hal yang tidak di inginkan" ucap darga menepuk pundak sang istri membuatnya mengangguk.

***

Amora membeku ketika alfareza mengunci pintu kamarnya, sehingga hanya ada mereka berdua di dalam kamar. Amora tidak angkat suara karna melihat wajah alfareza yang terlihat begitu serius.

"Keluar dari tubuh nya" ucap alfareza tiba-tiba membuat amora mengerutkan keningnya.

"Kau bukan gadis yang pertama kali gue kenal" lanjut nya.

"Dia berbeda, dan siapa kau" tanya alfareza mengeluarkan pisau lipat di sakunya.

Amora menyudutkan pandangannya seketika menjadi datar, sepertinya benar laki-laki tersebut tertipu dengan sikap awalnya. Alfareza menodongkan pisau tersebut tepat di depan amora sehingga sang empun hanya mengangkat sebelah alisnya seakan bertanya kenapa.

Alfareza tiba-tiba saja menyerangnya dan yap amora berhasil menangkis nya dengan satu tangan. "Serangannya tidak kasar, matanya seketika sayu, nafas nya berat, sialan dia habis minum" batin amora.

"Tidak, dia masih setengah sadar tapi kenapa bisa dia menyerang ku".

Amora mengunci pergerakannya dengan kuat sehingga sang empun tidak dapat bergerak dengan leluasa. "LEPASIN GUE" bentak alfareza membuat amora merebut paksa pisau lipatnya dan membuang nya kearah jendela sehingga tertancap sempurna pada kaca yang ada.

Tatapan laki-laki tersebut mulai berubah, tubuhnya melemah sehingga terduduk tepat di depan amora dengan tatapan sayu, jantungnya seakan berdebar kencang dengan wajah emosi yang membara. "KEMBALIKAN PACAR GUE SIALAN, KAU SETAN YANG MASUK KEDALAM TUBUH NYA" bentak alfareza.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang