part 17

202 19 0
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Hembusan angin pagi menerpa tubuh sepasang kekasih yang masih tertidur pulas. Amora merasakan jika pinggang rampingnya sedikit berat sehingga matanya mulai menyesuaikan cahaya matahari pagi.

Hal yang ini di dapatnya hanya wajah alfareza yang begitu damai, amora meraba pinggangnya sehingga mendapatkan tangan alfareza yang memang memeluknya.

Suara leguhan terdengar serak mungkin sang pemilik tangan terusik. Amora terduduk menatap kearah alfareza yang masih menyesuaikan cahaya matahari yang menerobos masuk kematanya.

Amora menyipitkan matanya melihat di dahi alfareza yang terdapat memar yang cukup membuat ke gantangan sang pacar berkurang di hitung lagi memar tersebut membiru.

"Astaga, masih jam 6 kenapa terburu" tanya alfareza dengan suara khas bangun tidurnya.

Plak!

Tamparan yang tidak terlalu keras berhasil alfareza dapatkan dan Amora lah yang menjadi pelakunya. Alfareza sendiri kaget karna masih terlalu pagi iya harus mendapatkan tamparan dari sang pacar.

Alfareza memegang pipinya yang terkena. "PULANG JAM BERAPA LO" sentak amora membuat alfareza terjengkit kaget.

"Sayang, masih pagi, nanti kalau bunda dengar bagaimana" keluh alfareza. "Lo enggak usah mengalihkan pembicaraan, di kamar ini sudah kedap suara" ketus amora.

Alfareza mendesuh kesal karna di awali dengan pagi mendapatkan omelan. "Dan jidat lo kenapa" tanya amora.

Sang empun bingung harus menjawab apa. "Enggak apa-apa tadi malam habis kepeleset di kamar mandi" balas alfareza kikuk.

Amora menempelkan tangannya tepat di dahi sang empun namun kembali menatap kearah sang empun. "Tubuh mu panas" gumam amora membuat alfareza terdiam karna memang kejadian malam tersebut membuat imun tubuh nya sangat terganggu bahkan berhasil membuatnya demam.

"Dan bagaimana balap lo" ketus amora membuat alfareza menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Bagaimana?, aman kok" balas alfareza membuat amora menatap sinis.

"Gue hari ini ada apat dadakan di sekolahan sama guru-guru berhubung ada murid baru yang masuk, Lo pergi kerumah sakit atau istirahat" pinta amora berdiri di samping ranjang.

"Murid barunya seperti cowok ya gue dengar-dengar, berhubung gue kuat maka dari itu gue sekolah aja takut kalau Lo malah selingkuh" alas alfareza berdiri namun hampir terjatuh karna tubuhnya begitu kaku.

Amora yang melihat itu memutar bola mata nya jengah namun lebih memilih untuk keluar dari kamar alfareza. Alfareza sendiri menguap, rasa mengantuk nya seakan menjadi penggoda buat dirinya. Tidak di tahan. Alfareza kembali merebahkan tubuhnya tidak lupa selimut tebal yang menutupi semua badan nya sehingga suara dengkuran halus terdengar sudah di pastikan di bujangan tampan tersebut tertidur kembali.

****

Tatapan datar, tidak lupa dengan gaya sedekap dada amora duduk di kursi miliknya. Bram dan Gibran yang sebagai anggota menatap sang ketua dengan bingung tumben sang ketua jangan jutek pikirnya.

"Bagaimana dengan balap nya pasti Lo menang ya" tanya Gibran.

Tatapan amora mengarah ke Gibran. "Gue menang tapi ketua black dragon hampir mati gara-gara Regan dan Andre" terang amora membuat keduanya bingung.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang