HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Setelah adanya pertemuan antar wali murid amora menyelesaikan nya dengan kepala dingin meskipun ada sedikit kendala karna ucapan Daniel yang sangat kurang ajar bagi nya. Setelah perginya wali murid dari Daniel lantas hanya tersisa sang kepala sekolah, guru yang menjadi saksi dan tentu ada Amora di tambah lagi di sana ada anggota black dragon dan kedua orang tua alfareza.
"Kenapa anda membeli meja yang sangat rapuh" tanya amora dengan nada dingin membuat Gibran membungkuk di samping.
"Sialan bukan mejanya yang rapuh tapi kau yang mengeluarkan tenaga dalam mu" balas Gibran dengan bisikan jengkel nya.
Amora terkekeh dengan tatapan sinis. "Sebaiknya anda mengganti nya dengan yang baru kebetulan kita mendapat pemasukan dari tuan Liam" pinta amora membuat Gibran mengangguk.
"Apa tangan anda baik-baik saja" tanya darga membuat Amora mengangguk. "Saya boleh minta waktu anda untuk berkunjung ke kediaman kami kebetulan saya mau membahas ini secara pribadi" pinta aruna membuat amora menatap kearah alfareza yang menunduk diam.
"Kebetulan sekali, siang ini saya harus mengurus masalah ini agar tidak menjadi masalah besar bagi sekolah, jika bisa sore saya akan berkunjung" balas amora membuat aruna tersenyum.
"Baiklah kami pamit, Alfareza bunda pulang jangan buat masalah lagi" peringat aruna membuat sang putra mengangguk.
Setelah acara jabat tangan perpisahan amora menatap kearah anggota black dragon yang masih berada di dalam ruangan yang sama dengannya. "Ada kebutuhan apa kalian masih ada disini" tanya Bram.
"Jangan galak-galak pak, nanti cepat tua" gurau kenzi membuat sang empun hanya menggeleng dengan sikap kenzi.
Suara ketukan pintu terdengar membuat semuanya mengarah ke pintu yang terbuka. Semua tatapan tertuju kebawa sampai atas melihat dua wanita dengan heels cukup tinggi dengan pakaian formal sedangkan yang satunya wanita paruh baya namun masih terlihat cantik memakai dress hitam yang hanya sampai selutut.
"Ibu" gumam angkasa.
Angkasa satunya adalah dasha karaan dirgantara cewek cantik berstatus lajang dengan gelar seorang mafia yang menduduki posisi anggota inti. "Sayang, kenapa kau tidak pernah pulang hm" tanya sang wanita paruh baya mengacak rambut angkasa.
"Wow Tante cantik sekali hari ini" gumam alvano membuat sang wanita tersenyum ramah.
"Makasih atas pujian nya ya ganteng kebetulan Tante mau pergi ke acara butik Tante tapi berujung dekat dengan sekolahan kalian maka dari itu sekalian mampir" terang sang wanita.
"Sayang sudah jangan terlalu heboh disini sekolahan malu dilihat yang lain" lerai Bram. "Tadi malam kalian berdua kenapa tidak pulang" tanyanya dengan lembut.
"Saya ada lembur tidak tau dengan putra mu" balas Bram menyeruput kopi nya. "Kalau tadi malam angkasa bersama Vano Tante jadi jangan khawatir Maslaah makan minum Vano sudah siap kan" balas alvano dan tentu kebohongan belaka padahal mereka hanya kumpul di markas.
Dasha berjalan kearah darah yang masih menempel membuatnya mengusap pelan darah tersebut. "Mereka ada masalah" tanya dasha membuat Amira menggeleng sebagai jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza II (REVISI)
De TodoHay gays Amza up nih yok lah Mampir dulu jangan lupa Vote and komen
