HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Seminggu berlalu dengan cepat Amora yang belum saja memperlihatkan tanda tanda kesadaran membuat alfareza tidak pokus dengan semuanya
Saat ini alfareza berada dirumah sakit iya menatap wajah cantik Amora mata terpejam dengan damai membuatnya menghela nafas
"Sayang udah seminggu loh kamu enggak mau bangun kamu enggak kangen aku, kamu masih marah ya sama aku maaf"ucap lirih alfareza mengelus kepala Amora
"Aku bolos sayang heheh maaf ya aku sekarang nakal"kekeh alfareza dengan suara seraknya
"Maaf sayang"Guam alfareza mencium pipi Amora
"Disana kamu ketemu dengan Zaidan ya"tanya alfareza dengan lesu
"Gw harap Zai lo jangan bawa Amora gw akan menggantikan posisi mu"batin alfareza
Cklikk
Suara pintu terbuka menampilkan athur yang hanya menatap datar "sejak kapan"tanya athur kepada alfareza
"Kau bolos rez"tanya Jesi membuat alfareza mengangguk
"Dokter akan memeriksa Amora malam nanti"seru athur membuat alfareza menatap kearah athur
"Kenapa tidak sekarang"tanya alfareza membuat athur hanya mengangkat bahu acuh
Jesi melangkah kearah Amora lalu mencium kening Amora dengan sayang "princess enggak sayang enggak kangen momy nih bangun dong"ujar Jesi mengelus pipi Amora
"Hm kau udah sarapan "tanya athur basa basi kepada alfareza karna iya memperhatikan wajah alfareza yang setiap hari begitu murung
Alfareza menggeleng "lagi tidak niat"jawab alfareza memeluk pinggang Amora
"Huhhh kau ngidam apa run sampai sampai anak mu sangat keras kepala"Guam athur membuat Jesi yang mendengar ucapan sang suami lantas menatap datar
"Enggak ngidam apa apa sih palingan runa dulu ngidam bunuh orang"ucap darga yang tiba tiba muncul membuat athur terperanjat kaget
"Sialan lo mau gw penggal "ketus athur membuat darga tertawa renyah
"Son udah dong jangan murung gini"bujuk darga kepada sang anak
"Udah satu Minggu Amora koma"ucap alfareza tanpa mengalihkan posisinya
Mereka terdiam mendengar perkataan alfareza "kita doain ya sayang semoga Amora bangun hari ini"ucap Jesi membuat alfareza hanya mengangguk kecil
Mereka lantas menatap iba kepada pemuda yang begitu murung tersebut, lantas Aruna berjalan kearah sang anak lalu mengelus rambut acak acakan milik alfareza
BRAK
Suara pintu terbuka dengan lumayan keras membuat sang pelaku hanya cengengesan "Hay semua "ucap sang pelaku canggung
"Kenzi astaga bisa bisa saya jantungan "ketus aruan membuat Kenzi cengengesan
"Kalian bolos"tanya athur menatap adriane dkk dan angkasa dkk
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza II (REVISI)
RandomHay gays Amza up nih yok lah Mampir dulu jangan lupa Vote and komen
