HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Hari demi hari terus berlalu amora hanya diam dengan masalah yang iya hadapi, "pagi" sapa Zein dengan wajah penuh semangat.
Suasana kelas seketika senyap hanya ada suara AC di dalam ruangan membuat alfareza yang baru masuk kelas menatap nyalang sang pemuda dengan tajam. Amora memandang Zein dari atas sampai bawah.
"Jangan pernah dekat-dekat sama dia" tegas alfareza mendorong kasar tubuh Zein sehingga sang empun seakan menatap mengejek.
"Dia hanya menyapaku, jangan terlalu khawatir" balas amora mengelus pundak sang empun mencoba menenangkannya.
Masih ingat dengan pemuda yang bernama Zein? Dia adalah anggota red eagle!!, mantan dari aldara si gadis kalem. "Ada apa nih pagi-pagi sudah kumpul" tanya aldara baru masuk sehingga pandangan nya membeku kearah Zein.
"Biasa gue hanya menyapa ketua Lo" balas Zein menaik turunkan sehingga aldara menjambak rambutnya lebat milik sang empun.
"Sakit loh, masa cantik-cantik orang nya bar-bar" adu Zein sehingga aldara menghadiahkan cubitan mautnya.
Kenzo yang berada di sana seakan tidak suka dengan tingkah keduanya membuatnya keluar. "Lo sudah move on dari gue sayang" bisik Zein. "Jangan kan move on, gue aja ilfeel lihat muka Lo, sekarang Lo pergi dari kelas gue sebelum gue patahkan leher lo" balas aldara dan tentu dengan bisikan.
Beberapa dari mereka tidak mendengar percakapan keduanya namun tidak dengan amora yang hanya menyimak dengan pembicaraan keduanya. "Jika urusan mu sudah selesai pergi dari hadapan gue" usir amora.
Sang pemuda berjongkok seakan memberi hormat kepada sang gadis. "Ah maaf saya membuang waktu, kedatangan saya kesini hanya memberi tahu jika Daniel Mananta tidak dapat mengikuti pembelajaran jadi anda yang sebagai sang pemilik sekolah bisa mempertimbangkan nya" terang Zein. "Dia gila apa sekolah sudah di gelar 2 bulan tapi enggak pernah masuk sekolah" balas kenzi.
Zein mengangkat bahunya acuh. "Saya tidak butuh sampah untuk mengisi kerja keras saya" balas amora singkat. "Maksud mu" tanya Zein.
"Masalah dia sama gue jadi jangan di sangkutkan sama mereka" jawab amora membuat Zein yang mengerti maksud sang gadis lantas terkekeh.
"Jadi Daniel" tanya Zein.
Jengah rasanya amora menoleh kearah Dito yang menyimak dari tadi sehingga sang empun berdiri menghampiri Zein. "woi, boleh kenalan seperti nya kau sangat menarik" tanya Dito mengeluarkan tangannya membuat Zein membalas dengan berjabat tangan ala pria.
Alfareza memperhatikan tangan keduanya namun terkunci dengan simbol di pergelangan tangan Dito yang nampak seperti lambang black angel. Zein sendiri menyadarinya membuat nya menatap datar kearah amora sehingga sang empun tersenyum miring.
Dito merangkul sang empun. "Tubuh mu sangat kokoh, sepertinya kau seorang atlet" tanya Dito basa basi membuat Zein henya mengangguk. "Kebetulan gue juga seorang atlet, mau saling adu" tawar Dito membuat Zein melepas rangkulannya.
Sang pemuda meninggalkan kelas tersebut membuat Dito menyudutkan pandangannya tepat kearah amora yang memandangnya dengan datar. Niatnya mau meninggalkan kelas namun terhenti oleh alfareza yang mencekalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza II (REVISI)
RandomHay gays Amza up nih yok lah Mampir dulu jangan lupa Vote and komen
