HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Sesuai dengan pernyataan, amora akhirnya berada di ke kediamannya, Aruna dan darga sudah berada di sana namun tidak dengan Liam yang langsung pergi meninggalkan tanah air. Suasana cukup di bilang ramai dengan kedatangan angkasa dan alvano di tambah lagi adriane, aldara, elana dan Kayla yang berkunjung.
Untuk hari ini Amora seakan kesal dengan orang-orang yang terus saja berdatangan untuk menjenguknya, sepadahal tubuhnya sudah baik-baik saja. Ditambah beberapa bodyguard yang berjejer di sudut ruangan dengan tatapan waspada mengawasinya.
Kedua orang nya sangat begitu sibuk dengan perbincangan sesama orang tua membuat nya terdiam menatap anggota nya yang tidak tau jalan pikir nya. Bagaimana bisa dengan aldara yang terus saja kesana kemari mencoba mencari lukanya, sesekali elana membantu dengan mengangkat kedua lengannya.
Sedangkan Kayla dan adriane masih menahan diri untuk tidak menggantung kedua temannya. "Masih sakit enggak Ra" tanya aldara mencolek-colek tubuh amora.
Alfareza hanya mengamati tingkah laku kelima gadis tersebut begitu pula sang angkasa dan alvano. Sementara kenzo dan kenzi hanya sibuk dengan dunia mereka, yang satu main ponsel yang satu hanya terdiam.
"Sudah Al" cekat adriane membuat aldara tersenyum canggung dan duduk.
"Gue lihat-lihat Daniel enggak pernah masuk sekolah setelah kejadian Lo di incar" lapor alvano membuat alfareza menatap kearah pemuda tersebut.
"Kalau Zein sih enggak tau soal nya kita beda kelas" lanjut nya.
"Yang gue heran kan apa masalah kita" gumam alfareza.
"Jadi kapan bisa masuk sekolahnya, kau sudah dua minggu enggak mengikuti pembelajaran" tanya kayla.
Amora menatap kearah gadis tersebut. "Hati-hati loh enggak naik kelas" balas elana membuat sang empun berdeham seperti nya memang sahabatnya sangat pelupa.
"Satu bulan lagi kenaikan kelas loh masa enggak rajin" lanjut elana. "Gue bisa saja mengeluarkan mu dari sekolah" jawab amora yang mulai jengah dengan elana.
Gadis tersebut mendekap mulut nya sendiri dengan kedua telapak tangannya sehingga matanya sedikit menyipit pertanda iya tersenyum. "Maaf-maaf lupa gue".
"Kalian pernah mikir gini enggak, kita enggak usah sekolah biar amora saja yang memberi kita surat kelulusan" khayal Kayla dengan mata berbinar-binar.
"Jadi pengangguran aja sana" balas alvano yang mendengar perbincangan mereka.
"Idih enggak ya, gue gini-gini bisa hasilkan duit sendiri" sombong Kayla dengan gaya angkuhnya.
Alvano menepuk tangan dengan wajah jahil, "widih keren, kerja apaan bagi-bagi lah sini" goda sang pemuda membuat Kayla terdiam seketika.
"Jadi LC kah" lanjut sang pemuda santai sehingga sang gadis refleks melempar pisau buah kehadapan alvano membuat sang empun membeku.
Untung saja, wajah ganteng nya tidak kena melainkan tepat tertancap sempurna di sofa. Tatapan gadis tersebut tidak dipungkiri jika saat ini iya emosi dengan ucapan pemuda tersebut.
"Good" puji kenzi menyadari serangan Kayla sehingga alvano lansung bersembunyi di balik tubuh angkasa.
"Bercanda kay, jangan di masuk kan ke hati sumpah" mohon alvano membuat sang gadis hanya diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza II (REVISI)
RastgeleHay gays Amza up nih yok lah Mampir dulu jangan lupa Vote and komen
