part 14

204 18 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Waktu demi waktu berjalan sehingga amora menatap sang kepala sekolah yaitu Bram Pradipta dan Gibran Abimanyu berada di depannya sekan tunduk dengan perintahnya kedua laki-laki berbeda umur tersebut menatapnya dengan serius begitu pula dengannya yang menatap sebuah kertas yang berisi data hasil identitas seseorang.

"Viana Bagaskara, Zein Sangkara, Regan Bagaskara, Daniel Mananta, Reki Sandra" gumam amora menatap lima kertas yang berbeda identitas.

"Saya sudah menggali jika Viana Bagaskara adalah saudara dari Regan Bagaskara jadi apakah kau akan melibatkan nya" tanya Bram.

Hembusan nafas begitu berat amora menatap Gibran. "Informasi apa yang kau dapatkan" tanya amora. "Sejauh ini kami berkerja sama dalam satu tugas jadi jawabannya sama Queen" terang Gibran.

Brakk.

Amora menghentak kertas yang iya pegang sehingga berhamburan di meja membuat keduanya menegang. "Tapi ada informasi lain" sela Bram yang melihat amora akan ngamuk sehingga amora menatap kearah keduanya sambil bersedekap dada dengan alis yang berangkat sebelah.

"Viana Bagaskara akan masuk tahun ini dan di antara anggota red eagle salah satu anggota intinya akan masuk di sekolahan ini" terang Bram membuat senyum amora merengkah.

"Bagaimana bisa anggota red eagle kesini" tanya amora.

"Sebenarnya kami juga mendapatkan semuanya dari satu nomer yang tak dikenal dan ya sinyal tersebut memang berasal dari kawasan red eagle, saya rasa salah dari mereka ada yang menjadi penghianat" terang Gibran.

Amora mengerutkan kening nya. "Dasha dan anggota lainnya tau masalah ini" tanya amora membuat Gibran menggeleng.

"Jangan beri tahu" perintah amora membuat Gibran mengerutkan keningnya namun mengangguk patuh.

Amora menyandarkan kepalanya di kursi yang ada sehingga keduanya ikut terdiam. "Ela showden adalah ratu bully disini saya tidak mau lagi adanya korban pembulian dari wanita gila itu sepertinya harus mengerti yang harus kalian lakukan" terang amora lalu berdiri membuat keduanya mengangguk.

Amora mengangguk mengetahui kedua anggotanya sangat mengerti dengan cara pikir gilanya membuatnya meninggalkan keduanya di dalam ruang sehingga leih memilih untuk kekelas.

***

Suasana kelas sangatlah ramai amora merasakan kepalanya begitu berat akibat terlalu banyak memikirkan apa yang harus iya pikirankan. Alfareza menatap kearah amora yang terdiam dengan kepala yang di tumpukan di meja belajar membuatnya mengelus pelan kepala sang empun.

"Kenapa hm", tanya alfareza membuat amora menggeleng.

Mengerti suasana kelas membuatnya menatap kearah sang ketua kelas yaitu Aldo Saputra. "YANG BERNAMA ALDO KEHADAPAN GUE SEGERA" lantang alfareza.

Semuanya terdiam dengan alfareza yang tiba-tiba meminta Aldo kehadapannya. Amora terdiam dengan tingkah alfareza sehingga sang ketua kelas yaitu Aldo melangkah kearahnya dengan tatapan ragu dan gugup.

Bahkan kenzo, kenzi, angkasa, alvano, adriane, aldara, Kayla dan elana ikut bingung dengan tingkah alfareza. "Ada apa kau butuh sesuatu" tanya Aldo panas dingin.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang