part 11

195 20 2
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Langit malam sudah tergantikan suara burung berkicau dengan sangat merdu, matahari terasa sudah membakar kulit tubuh amora menatap ponselnya ternyata iya baru terbangun dan sudah terlihat jelas iya sudah terlambat satu jam untuk kesekolahan. Sang empun memang tidak berniat untuk ke sekolah karna iya akan hanya rapat masalah kemasukan sang kepala sekolah baru.

Sedangkan yang berada disekolah alfareza menatap sekitar sudah satu jam lebih iya menunggu di dalam kelas namun nihil tidak ada pertanda amora datang. Hanya satu pikiran yang membuatnya kelimpungan sendiri sang empun takut jika sang pacar cemburu sampai-sampai tidak mau bertemu dengannya.

Guru sudah masuk membuat pembelajaran sedang berlangsung membuat angkasa yang berada di sebelah nya bingung dengan tingkah sang ketua yabg seakan khawatir.

"Lo kenapa" tanya angkasa dengan nada pelan karna takut jika guru yang berada didepan mendengar pembicaraan nya.

Alfareza menggeleng membuat angkasa seketika mengerti karna saat ini memang tidak ada Amora didalam kelas. Sang guru yang berada didepan berjalan memutari beberapa sela lorong tempat yang diduduki oleh sang murid takut jika salah satu dari mereka tidak mencatat dan benar iya terhenti di alfareza yang masih terdiam dengan pandangan kosong.

"Alfareza Cakrawala Mahendra kenapa kau tidak mencatat" tanya sang guru berperawakan tinggi dengan tatapan tajam wajah paruh baya.

"Buk dia meriang" balas kenzi dari depan membuat sang guru mengerutkan keningnya bingung.

"Meriang?, kenapa bisa meriang kau suka keluyuran".

"Masa ibu enggak tau sih, meriang loh merindukan kasih sayang iya enggak oy" ucap alvano dengan alis yang naik turun seakan menggoda.

Sedang yang menjadi bahan gabut dari kedua temannya lantas menatap datar bagaimana bisa iya berteman dengan makhluk yang tidak bisa menjaga pembicaraan sangat munafik bukan?. Guru tersebut menghela nafas dengan tingkah muridnya lalu melangkah kedepan duduk ditempat duduk nya.

"Masa ini bukanlah baik untuk pacaran kalian sudah mau naik kelas tiga maka dari itu tingkatkan lah pembelajaran kalian saran ibu" terang sang guru. "Memang pacar mu siapa rez, adriane atau amora karna cuma mereka yang tidak sekolah di kelas ini" tanya sang guru kepo.

"AMORA BUK" jawab serentak semuanya membuat alfareza tercengang dengan teman kelasnya.

Guru tersebut mengangguk lalu terkekeh. "Astaga kau pacarin sang pemilik sekolah?, kau pakai pelet ya" tanya sang guru yang baru tahu.

"Tanpa pelet juga dia sudah kecintaan" balas alfareza sehingga mendapat sorakan dari semuanya bagaimana bisa alfareza sepd itu pikir mereka.

"Enggak tau aja lo kalau lo hanya pelampiasan ". Batin elana, aldara dan kayla bersamaan.

"Sudah-sudah jangan berisik, catat saja materi kalian karna saya kan sebentar disini ibu harus rapat karna ada kepala sekolah baru yang akan datang" pinta sang guru.

Semuanya bingung siapa kah yang akan menjadi kepala sekolah baru mereka. Dan benar guru tersebut mendapat pesan untuk masuk kedalam ruang guru membuat semuanya bersorak didalam hati karna bisa bolos ke kantin.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang