part 22

182 19 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Seminggu berjalan dengan sempurna, pertengkaran amora dan alfareza masih belum terselesaikan. Amora yang lebih memilih tidak keluar kamar selama satu Minggu begitu pula dengan alfareza yang menjalan keaktifan sekolahnya yang tertunda dua hari akibat di skor oleh pihak sekolah.

Alfareza mencoba menghubungi sang gadis namun nihil sang empun tidak pernah mau menjawab nya bahkan alfareza sempat datang ke kediaman keluarga smist namun nihil amora tidak berniat keluar sama sekali.

Kedua orang tua dan kedua saudara dari amora bingung kenapa dengan hubungan sejoli kasmaran tersebut namun lebih memilih untuk tidak ikut campur karna mereka lebih mempercayai jika keduanya bisa menyelesaikan semuanya dengan sendiri.

Suasana sekolah sangat bising, kedatangan Daniel yang kembali masuk kelas membuat anggota black melempar tatapan tajam kearahnya namun tidak peduli dengan itu Daniel hanya diam sesekali bertemu dengan Zein Sangkara yang kebetulan mereka satu anggota.

"Sudah satu minggu amora tidak masuk sekolah, kalian ada masalah" tanya alvano yang menatap kearah alfareza yang terus saja menatap Daniel.

Alvano menepuk pundak sang pemuda membuat sang empun tersadar. "Kau bicara apa" tanya alfareza membuat teman-teman nya menghela nafas.

"Sudah satu minggu amora tidak masuk sekolah, kalian ada masalah" tanya alvano kembali melempar kan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.

Terdiam sejenak mengingat kejadian beberapa kejadian di tempo hari membuat nya menghela nafas lalu menggeleng sebagai jawaban. "Gue enggak percaya jika Lo memang tidak ada masalah sama amora" gumam alvano.

Suara pintu terbuka menampilkan wajah sang guru muda yaitu Gibran Abimanyu. "Daniel dan alfareza masuk kedalam kantor" pinta Gibran membuat alfareza berdiri.

"Seperti nya gue harus ke ruang BK" pamit alfareza membuat ke-empat nya saling tatap.

"Kami ikut boleh enggak, kebetulan jengah sekali di kelas apalagi ini sangat ribut" saran kenzi membuat alfareza hanya mengangguk.

Kelima pemuda tersebut meninggalkan kelas di susul oleh Daniel. Adriane menatap kepergian semuanya membuat nya memberi isyarat kepada yang lain sehingga mereka mengikuti arahan tersebut.

***

Sementara di ruang BK, Gibran kaget karna kedatangan dari anggota inti black dragon. "Kalian berempat kenapa ikut masuk" tanya Gibran.

"Aduh bapak, ayo lah kami ini kawan setia masak gitu aja enggak boleh" keluh alvano. "Nah ini berhubung di sini ada kedua saudara amora bagaimana kalau mereka berdua menyuruh amora memecat mu" gertak alvano kembali.

Kenzo dan Kenzi nampak kaget dengan ucapan sang teman laknat namun cukup baik mereka malah di persilahkan duduk oleh Bram membuat Gibran nampak tidak setuju tapi malah di tatap tajam oleh Bram membuatnya takut.

"Tidak apa-apa kalian disini bisa menjadi saksi atas kelakuan teman kalian" celetuk Bram.

Daniel masuk menatap datar kepada alfareza membuat sang empun melempar tatapan tajam. "Jadi kenapa" tanya alfareza.

"Kasus kalian tidak baik-baik saja bahkan sampai terdengar di pihak kepolisian, bapak tidak mau ini kembali terjadi maka dari itu kami juga mengundang kedua orang kalian untuk menghadiri masalah ini" terang Bram.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang