part 20

202 18 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.


Suasana kelas sangat sepi hanya suara guru yang menjelaskan materi pelajaran, amora hanya menatap dengan detail kearah sang guru yang serius menjelaskan dengan seksama. Jam pergantian sudah terdengar nyaring di telinga membuat guru yang tadi mengajar pamit untuk keluar karna jam pembelajaran nya sudah selesai.

"Ra, gue mau ngomong" panggil aldara membuat amora menoleh lalu mengangguk.

Alfareza mencekal tangan sang kekasih menatap dengan tatapan bingung seakan bertanya kemana?, "nanti gue kembali" amora yang mengerti lantas memberi kan jawaban sehingga alfareza mengangguk.

Melihat kepergian aldara dan Amora membuat adriane menyusul keduanya, sedangkan Kayla dan elana menatap kepergian dari ketiganya lantas bodo amat.

Amora memberi isyarat masuk kedalam perpustakaan membuat aldara mengangguk namun di kagetkan oleh panggilan adriane membuat Amora yang sudah tahu jika adriane menyusul lantas tidak memberikan reaksi kaget.

"Disini kita bisa di awasi maka masuk kedalam" pinta amora membuat keduanya mengangguk.

Amora berjalan kearah rak buku dan menggeser salah satu buku tua siapa sangka kedua gadis yang mengikuti nya kaget melihat rak buku yang tiba-tiba saja tergeser dan menampilkan ruangan di dalamnya.

Sang ketua menuntut jalan membuat keduanya ikut masuk dengan tatapan tidak percaya jika di sekolahan mereka ada ruangan rahasia. Adriane dan aldara menatap beberapa foto yang mereka kenal bahkan di dalam ruangan tersebut ada beberapa senjata tajam sehingga keduanya berbinar.

"Tujuan mu" tanya amora duduk di sofa dengan kaki yang naik keatas meja sangat tidak sopan bukan.

"Gue baru tau jika di sekolahan di ada ruangan seperti ini" gumam aldara masih sangat takjub dengan senjata tajam milik sang ketua.

"Astaga, gue harusnya membahas dengan Zein kenapa cowok gila itu bisa masuk disini, dan kenapa Lo malah terima dia masuk disini" tanya aldara mulai serius.

"Dia bisa saja membocorkan beberapa tentang kita ke black dragon" celetuk adriane.

"Kalian takut jika black dragon mengetahui siapa kita" tanya amora menaikan sebelah alisnya sehingga keduanya saling tatap.

Hening sejenak, amora menyempurnakan cara duduknya sehingga menatap sempurna kepada gadis di depannya yang duduk dengan cara anggun. "Padahal gue mau bocorin" lanjut santai amora sehingga keduanya menatap tidak percaya.

"Beberapa tahun kita menyembunyikan identitas kita, kenapa sekarang kau seperti ini apakah gara-gara alfareza!" Jengkel adriane.

"Tidak, angkasa dan alvano tiap malam mencoba meretas identitas gue, Mereka berdua sudah sangat curiga dengan gue" amora menghela nafas sejenak "tidak dengan alfareza yang tidak peduli dengan identitas gue" lanjut Amora.

Dret!

Ponsel amora bergetar membuat sang pemilik melihat benda pipihnya sehingga menggeser tombol warna hijau pertanda panggilan sudah terhubung "kenapa" tanya amora.

"Daniel Mananta, hati-hati kau dari mana saja tidak mengangkat ponsel mu, tuan Bram menyetujui kemasukan dari anggota inti red eagle".

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang