part 19

191 17 0
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Amora terkekeh kecil melihat kelakuan sang pacar, "sepertinya ini kasus main-main untuk di permainkan, gue harus selidiki siapa pelaku semuanya" batin amora.

Ckilk

Pintu terbuka menampilkan Arthur dan jesi yang masuk kamar milik sang putri, tatapannya mengarah kepada alfareza yang masih diposisi sama membuat keduanya kembali menatap kearah hasil tespek yang berada di kasur sehingga jesi mengambilnya.

Sekarang keduanya mengerti membuat jesi bernafas lega dengan keadaan sang putri yang tidak benar-benar dinyatakan hamil. "Tidak usah nempel ke putri saya Reza!" Peringat Arthur membuat Alfareza mendongak menatap Arthur.

Ketiganya kaget melihat wajah alfareza yang pucat pasi, "loh Reza kenapa, lagi sakit nak" tanya jesi menempelkan tangannya tepat di dahi sang empun yang terasa panas.

"Astaga, suhu tubuh mu sangat panas" khawatir jesi.

"Tidak apa-apa, Reza baik-baik saja" balas alfareza dengan lemah.

Amora membantu Alfareza bangun dan duduk di tepi ranjang, Arthur tidak tinggal diam kebetulan sekali amora sudah menyimpan satu botol air lalu memberikan pemuda tersebut sehingga diterimanya dengan tatapan sayu.

"Kau sepertinya tidak baik-baik saja Reza, orang tua mu sudah pulang bersama dengan teman-teman mu jadi saya antar bagaimana" tawar Arthur.

"Apa demam mu di akibatkan oleh kejadian siang" gumam jesi membuat alfareza hanya diam.

"Biar kan saja mom, nanti istirahat nya disini mungkin dia memang lelah" balas amora. "Jangan sering berdiaman di kamar berdua takut Reza kebablasan" peringat jesi membuat amora terkekeh lalu mengangguk.

Tidak dengan alfareza yang mendengar perkataan tersebut menahan diri untuk tidak memukul sang calon mertua yang sering kalau ngomong ada benarnya. "Ya sudah Reza istirahat di sini aja dulu, nanti kalau sudah mendingan amora antar pulang" ucap jesi.

Jesi dan Arthur berbalik arah untuk keluar dari kamar sang putri membuat amora sedikit merapikan seprai miliknya. "Istirahat aja dulu, kepala Lo enggak sakit biar gue ambil obat sekalian ambil kompresan" celetuk amora.

"Tidak usah, temani aja gue" pinta alfareza membuat amora menggeleng.

Amora menutup tubuh alfareza dengan selimut tebal miliknya sehingga hanya menyisakan kepala sang empun. "Enggak usah sok kuat, tadi malam pas balap itu Lo pernah kecelakaan bukan" tanya amora menaikan sebelah alisnya.

"Tau dari mana" tanya alfareza. "Sudah banyak perbincangan tentang itu, apalagi pas di sekolah" jawab amora meninggalkan sang empun yang nampak bingung namun lebih memilih untuk memejamkan matanya damai.

***

Amora menyiapkan baskom berisi air hangat dengan handuk kecil namun terhenti karna di saudaranya tiba-tiba saja muncul di belakangnya dengan tatapan introgasi.

"Siapa yang menghamili mu" tanya kenzo dan kenzi bersamaan.

"Kebelet punya ponakan?" Tanya balik amora dengan nada dingin.

Amza II (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang