Karena takut kesalahpahaman berkembang lebih jauh, Baron Rosemary segera melepaskan sepatu di kakinya, dan menjelaskan dengan tergesa-gesa.
"Maaf nona muda dan Tuan muda Naois, tapi saya benar-benar tidak mendatangi pesta perayaan tadi malam. Saya baru pulang beberapa jam lalu, mustahil jika saya berdansa dengan Nona muda tadi malam!"
Baron Rosemary membungkuk rendah, membuat si kembar saling pandang.
"Yah, aku juga tidak percaya kalau anda yang berdansa denganku." celetuk Ruley memecah suasana, Baron Rosemary yang berdiri canggung melirik putrinya tajam.
"Sophia.." Baron memanggil nama putrinya dengan nada rendah, membuat gadis berambut cokelat itu menggigit bibir takut.
"A-ayah, maafkan aku.." cicitnya lembut, membuat Baron Rosemary menghela napas.
"Putriku, siapa yang meminjam sepatu butut ayah ini? Tidakkah kau kurang ajar meminjamkan barang setengah rusak ini pada seseorang?"
Sophia menunduk ketika mendapatkan teguran dari ayahnya, "itu.. Dia tidak mau kupinjamkan yang lebih bagus.."
Mendengar jawaban putrinya, Baron Rosemary mendekati Sophia, kemudian menepuk bahu putrinya lembut.
"Tidak apa-apa, katakan pada Tuan muda dan Nona muda Naois, siapa yang meminjam sepatu ayah."
Sophia mengangguk, melangkah ke depan si kembar Naois yang sedikit canggung menyaksikan drama Baron Rosemary dan putrinya.
"Itu... saya meminjamkan sepatu ayah saya kepada sahabat saya. Dia merupakan putra dari Baron Anderson..."
Riley mengernyitkan dahinya, menggesekkan ibu jari dan jari telunjuknya.
"Baron Anderson?" beonya bingung.
"Beliau sudah meninggal lama, sekarang kediaman Anderson dikelola oleh istri barunya." Baron Rosemary menambahkan, membuat Riley menganggukkan kepala paham.
"Pantas perdagangan mereka mengalami kemrosotan tajam." Ruley bergumam yang tanpa sadar dapat di dengar oleh orang-orang di sekitarnya.
"Ahem, apakah anda ingin saya antarkan menuju kediaman Anderson?"
Riley menggeleng, senyum lembutnya terpasang, sempat membuat Sophia terpana.
"Tidak perlu, Baron Rosemary. Terima kasih atas sambutan anda kepada kami, maaf karena kami mendadak mendatangi anda dengan tidak sopan."
Baron Rosemary menggeleng, "bukan masalah, bukan masalah. Omong-omong kediaman Anderson ada di sebelah kediaman kami. Semoga anda segera menemukan orang yang anda cari, Nona muda."
Mendengar ketulusan Baron Rosemary, Ruley tanpa sadar mengulas senyum. Gadis berambut hitam itu membungkuk, memberi salam kepada Baron Rosemary sebelum berlalu bersama rombongannya menuju kediaman Anderson.
Sepeninggal rombongan Naois, Baron Rosemary berkacak pinggang memandangi putrinya yang mengeluarkan cengiran tanda damai.
"Sophia!"
"Maaf ayah!"
-- o --
Merina memandangi rombongan Naois yang berjalan kaki menuju kediaman Anderson. Meski sedikit bingung mengapa si kembar Naois itu memilih untuk berjalan kaki ditemani oleh dua ksatria yang menuntun kuda serta kereta kuda kosong di belakang mereka, wanita bergaun dengan kipas bulu merak ditangannya itu segera menyiapkan kedua putranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destroying Fairytale: Cinderella
FantasíaUntuk menghargai jasa Duke dan Duchess Naois yang telah memburu monster magis selama lima tahun, sang Raja mengadakan sebuah pesta perayaan sekaligus pesta ulang tahun keponakannya yang boleh dihadiri oleh keluarga bangsawan maupun rakyat biasa. Sta...
