"Aku bisa merebutnya meskipun harus dengan cara berdarah, cukup jarinya yang berguna untukku."
[ON GOING]
Follow for more notifications update.
Seorang wanita muda mengalami masa sulit dalam keluarga setelah kepergian sang ayah, pertentangan mengen...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agreement
-
"Kau harus melakukan sesuatu."
Melakukan sesuatu? apa yang dimaksudnya, Rose harus melakukan apa sekarang.
Teralihkan oleh banyak kemungkinan besar yang akan menjadi pilihan, Rose menunggu lanjutan dari Alex. Sedikit kesal karena hanya diam menatapnya seperti itu.
Dan juga, bagaimana bisa Alex melepaskan pakaiannya disaat hanya berdua dengan seorang wanita? apa dia tidak tau bersikap dengan benar, Rose merasa matanya tidak suci dengan melihat hal tidak pantas.
"Melakukan sesuatu?" Sela Rose.
"Ya, kau ingin membayar semuanya bukan?" Ucapnya.
Rose sedikit menyipitkan mata lalu sedikit melangkah mundur, menatap Alex dengan pandangan aneh penuh kecurigaan. Rose sangat tidak bisa mempercayai siapapun saat ini.
Alex menyadari ekspresi Rose, "apa yang kau pikirkan?" Tanya Alex.
"Hey, Alexandre jika itu tidak menguntungkan bagiku, aku sama sekali tidak ingin melakukan denganmu!" Protes Rose menaikkan dagunya.
"Kau banyak protes dan tidak mendengar hingga akhir."
"Itu tidak ben—" Perkataan Rose terpotong, di sela oleh Alex.
"Memang apa yang akan kau lakukan? Ingin menjadi penghibur?" Tutur Alex dengan santai memasukan kedua tangan kedalam saku celana.
"Kurang ajar sekali, mulutmu itu!" Decak Rose.
Jika saja Rose tidak memiliki hati nurani, sudah sedari tadi barang disekitarnya akan melayang. Mulutnya sama sekali tidak pantas berbicara, sudah seharusnya Rose memilih seseorang untuk dimintai tolong.
"Kita membuat kesepakatan terikat, bersifat mutualisme serta tanpa mengekang tetapi bergantungan satu sama lain."
"Tunggu, dan juga bergantung disaat tertentu kau harus menuruti perkataan saya," Ujar Alex seraya menunjuk kearah Rose.
♡
London, United Kingdom.
London atau Rumah Big Ben, tempat lahir Rose namun seseorang yang sedang di cari oleh banyak orang melarikan diri keluar kota London, lebih tepatnya kini berada di New York.
Sudah terdapat banyak mobil di luar gedung kosong tak terpakai, dekat hutan belantara. Seluruh orang sibuk dengan urusan masing-masing, terutama dengan Chavez dan Lories. Setelah kehilangan jejak adiknya, Chavez ragu untuk kembali ke rumah untuk bertemu Lavender.
Suasana semakin menjadi suram, Chavez kira Rose pingsan sungguhan didalam mobil. Agustin yang membius Rose secara langsung di rumah, sialnya Rose lebih pintar dari apa yang dibayangkan.