"Aku bisa merebutnya meskipun harus dengan cara berdarah, cukup jarinya yang berguna untukku."
[ON GOING]
Follow for more notifications update.
Seorang wanita muda mengalami masa sulit dalam keluarga setelah kepergian sang ayah, pertentangan mengen...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
What's The Conclusion?
-
Sudah beberapa hari terlewati, banyak hal di dunia ini telah terjadi dari kebahagiaan, kesedihan, kriminal bahkan kematian. Dalam bayangan seorang ibu tidak pernah ada habisnya menjalani keseharian walau tanpa pelengkap kembali disisinya. Hanya berharap dunia mengerti perasaannya dan menyampaikan apa yang tengah dirinya rindukan.
Mendengar kabar bahwa selama ini Agustin orang yang menjadi kepercayaannya, setelah Napolo mengetahui fakta bahwa Jhonatan telah menyimpan rahasia besar dari keluarganya sendiri dan melibatkan keluarga lain, tentu jelas apa yang telah di ucapkan Agustin.
Keluarga Winston merupakan salah satu kolega bisnis Jhonatan sebelumnya yang dekat sekali dengan Jhonatan namun Lavender belum sempat berkenalan bahkan bertemu. Rasa kepercayaannya terkikis sedikit demi sedikit hingga hampir tipis dan mudah patah, kekecewaannya terhadap Agustin harus Lavender telan bulat-bulat dan berpikir logis.
"Nyonya, saya berjanji menggenapkan seluruh jiwa untuk keluarga dan keturunan Clarence."
"Lalu kenapa kau begitu teganya membiarkan Rosemary dalam bahaya," Tekan Lavender menatap Agustin tajam menahan emosi.
"Saya berpikir jika saya perlu mendengarkan tuan Jhonatan sampai akhir hidupnya nyonya," Jelas Agustin membuat Lavender menunduk menahan keinginannya untuk menangis.
"Agustin, suamiku memang tau apa yang terbaik. Tapi jika itu sudah membahayakan Rosemary, apa kau tau apa yang akan dirinya lakukan demi anak perempuannya?" Agustin semakin meratap dalam posisi berlututnya dihadapan Lavender.
"Ia akan merelakan semuanya Agustin," Lirih Lavender mengalihkan pandangan.
"Nyonya tolong berikan saya kesempatan!" Yakin Agustin semakin merundukkan tubuhnya, sangat merendahkan diri di hadapannya.
"Nyonya kami tau ini kesalahan besar sepenuhnya dari kami dan mohon berikan kesempatan kedua untuk kami, biarkan kami mendapatkan hukuman yang setimpal nyonya," Napolo ikut menyandingkan diri dengan adiknya untuk memohon setelah apa yang terjadi, Napolo tidak bisa mengatasinya dengan baik dan benar.
"Pergilah, kalian libur lah selama 3 hari setelah hari ini dan jangan menampakan diri selama itu dihadapan saya dan anak-anak."
"Setelahnya saya memaafkan kalian," Putus Lavender, beranjak pergi dari tempat meninggalkan kakak beradik yang terdiam di tempat.
Rasanya hukuman libur ini tidak setara dengan kesalahan mereka, kenapa nyonya besar mereka tidak menghukum seperti bagaimana seharusnya. Rasa bersalah mereka semakin menyakiti harga diri dan memantaskan diri menjadi orang terbaik di sisi Lavender.