"Aku bisa merebutnya meskipun harus dengan cara berdarah, cukup jarinya yang berguna untukku."
[ON GOING]
Follow for more notifications update.
Seorang wanita muda mengalami masa sulit dalam keluarga setelah kepergian sang ayah, pertentangan mengen...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Welcome back Rosemary
-
Tubuh yang seakan terasa mudah rapuh kini menggeliat diatas tubuh lelaki yang sedari tadi sudah terbangun terlebih dahulu dari pada wanita dalam dekapannya. Tangannya terus meraba kesana dan sini, matanya tetap tertutup mencoba menebak-nebak apa yang tersentuh. Terasa hangat dan nyaman, perlahan matanya terbuka lalu mengerjap menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk.
"Morning baby," Sapa Alexander sembari mengelusi lengan atas Rose sesaat melihat wanitanya sudah bangun.
Mendengar sapaan paginya, otomatis langsung membuat atensinya beralih melihat Alexandre yang berada dalam pelukannya dengan rambut berantakan. Membuat gerakannya terhenti beberapa saat, itu memberi kesan sangat tampan dan mengagumkan, sungguh ini mengerikan jangan berlebihan Alex itu sangat berantakan sekarang.
"What times is it?" Rose terbangun dari posisi tidurnya, sedari tadi Alex menciumi pipinya tidak henti-henti.
"Tepat jam 6 sayang," Bisikan itu membuat Rose sedikit meremang, tangannya menahan Alex untuk berhenti. Bangun dari baringnya menjadi duduk diatas tubuh Alex.
Alex yang melihat posisi Rose sekarang tidak bisa menahan lengkungan di bibirnya, di pagi hari dengan Rose duduk diatas perutnya sangatlah pemandangan indah dibandingkan langit bersama gumpalan awan diluar sana, matanya jelalatan ke segala arah tubuh Rose. Pinggang Rose kembali ditarik membuat sang empu bertumpu pada dada bidang Alex agar tidak jatuh berbaring lagi.
"Alex, menyingkir."
"Ciuman pagi?" Ucap Alex menyela seraya mengerlingkan matanya.
"Nope, i haven't brush my teeth yet."
"Biarkan saja," Usapan lembut di leher membuat Rose menahan kesal, tolakan tidak berguna seperti ini tidak berarti bagi Alex, menggenggam tangan Alex untuk melepaskannya.
"Berhenti!" Tekan Rose.
"Alright, cat."
"Maaf mengganggu perjalanan anda, pesawat akan landing dalam 1 jam lagi, di mohon untuk mempersiapkan diri dan pastikan barang bawaan anda, terimakasih."
Selama Alex mengangkat kedua tangannya, terdengar pengumuman dari satu satu pramugari dengan gerakan cepat, Rose menarik diri dari atas tubuh Alex. Menuju kamar mandi pesawat yang memungkinkan untuk berbenah diri, meksipun tidak sepenuhnya memungkinkan untuk mandi, parfum saja sudah cukup.
Kembali ketempat, seluruhnya sudah selesai. Alex yang menyuruh salah satu pramugari untuk melakukan semuanya. Jika masih bingung mungkin jelasnya, Alex memang memesan pesawat businessclass yang Mona pesankan dan Mona mengatur semua mekanisme dalam cara pekerjaan Alex. Salah satunya Mona meminta pihak bandara untuk mengatur apa yang Alexandre inginkan.