Bab 7 ( cemburu )

271 10 0
                                        

Setiap detik jarum jam menjadi begitu cepat bagi Gita yang sedang tergesa-gesa, Gita langsung bergegas menuju ruang meetingnya dengan nafas yang masih terengah-engah namun beruntung karna meeting pagi itu ternyata belum di mulai, Beberapa saat setelah Gita duduk dikursinya Pemimpin perusahaan telah memasuki ruangan itu untuk memulai aktivitas mereka.

"Selamat pagi semua"

Beberapa kata sapaan Pak Rai membuka meeting mereka, Pak Rai adalah selaku ketua Pemimpin di perusahaan tempat Gita Bekerja, Gita dan Team yang berada diruangan pun menyauti sapaan paginya dengan penuh semangat dan kompak.

"Seperti yang kalian ketahui, berkumpulnya kita disini saya akan menyampakan berita baik untuk kita semua, sebagaimana tender kita menang dalam presentasi kemarin".

Beberapa dari mereka bersorak gembira mengisi keriuhan di dalam ruangan.

Meeting pagi itu diisi dengan Pak Rai dan team membahas tentang proyek yang akan mereka kerjakan di awal bulan depan.

"Untuk Hesen, Dio, dan Gita setelah makan siang kita akan datang ke pertemuan selanjutnya, tolong kalian  tetap disini  dan meeting kita pagi ini saya tutup sampai disini ,Terimakasih atas kerja keras kalian" ,Pak Rai pun membubarkan semua isi ruangan.

"Gita, Desain gedung hotel yang kamu rancang menjadi salah satu daya tarik pada CEO kita, dan semua penawaran kita berikan lebih unggul dibanding dengan kontruksi yang lain", Pak Rai pun menjelaskan dengan seksama

"Pembangunan Hotel ini akan dilakukan diluar kota, begitu pun dengan kalian yang akan ikut serta berada diluar kota untuk lebih dari beberapa bulan nanti nya"

"Baik Pak", mereka bertiga menjawab dengan kompak.

"Jangan khawatirkan yang lain, karna D'Group telah menyiapkan hotel untuk semua  karyawan selama masa pembangunan hotel nya"

Mendengar kata² dari Pak Rai membuat Gita terkejut dan menutup mulutnya dengan tangannya, matanya terbelalak dengan lebar.
Ternyata pembukaan cabang hotel yang akan dia garapi adalah milik D'Group tempat Rite bekerja dan tentu Dateen lah pemilik dari jaringan hotel besar tersebut.

Gita benar-benar terkejut dengan kenyataan itu karena dia tidak ikut serta dalam presentasi pemilihan tender kemarin yang hanya di wakili oleh ketua pimpinan Rai, dan Hesen.

                                      ****

Pagi itu Devano berada diruangan Dateen bekerja, menikmati kopinya seperti yang biasa mereka lakukan setiap pagi bersama

"Gimana pertemuan kita dengan Z contruction?"
Tanya Devano sambil mengepulkan asap rokoknya ke udara.

"Iya siang ini, menurut lo gimana dengan penawaran menarik dari mereka? Apa lo juga tertarik sama seperti gw?"

"Ya tentu!, Karna dari semua tender hanya Z Contruction yang punya opsi renovasi dan itu diperkirain akan jadi pengurangan biaya sekitar 40% menarik bukan?"

"Itu dia, desain yang dia kasih juga bener² menarik menurut gw, beberapa team kita juga ikut serta dalam pembangunan hotel kali ini ,tolong pilihkan hotel selama kita di luar kota Van"

"Oke ,kalo begitu gw akan mengatur semuanya"

"Kita memerlukan waktu beberapa bulan selama pembangunan hotel perlu bagi kita menyediakan tempat yang nyaman selama mereka tinggal"

"Ahh Bos ku ini benar² orang yang penuh kepedulian" ,ledek Devano pada Dateen

"Itu emang tugas gw! Mensejahterakan karyawan agar mereka makin semangat jalanin tugasnya"

" I don't need many words to express this, gw bener² bangga sama lo Bro..lo bener² membuktikan ke mendiang orang tua lo dan tentu dengan Nenek Lucy juga, kemampuan lo dalam menjalani Bisnis Keluarga lo bisa sampe sepesat ini",

Another Love PainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang