Selamat membaca part yang menguras emosi ini
•
•
Jangan lupa follow dan 🌟 setelah membaca yaa...
Setelah berpamitan dari rumah Anne, Gita langsung bergegas untuk bertemu dengan Dateen di taman kota yang berada di ujung jalan dari komplek perumahan tempat Anne tinggal
Saat Dateen mengutarakan keinginan nya melalui panggilan telepon semalam dia mengajak Gita untuk bertemu pada hari ini, namun Gita sudah terlanjur membuat janji dengan kedua sahabatnya untuk datang ke acara undangan yang diadakan dirumah Anne lebih dulu saat itu.
Dateen berencana mengajak Gita ke suatu tempat setelah pulang dari rumah Anne, namun Dateen sudah tidak sabar dan merasa gundah ingin segera bertemu Gita secepatnya, sampai akhirnya Dateen menelpon Gita kembali dan berniat untuk menjemputnya disana.
Gita berjalan kaki untuk sampai ke sana, tempat yang dia pilih untuk menunggu Dateen menjemputnya.
Namun waktu sudah berganti dengan langit gelap membuat area sekitar taman sudah terlihat sepi oleh pengunjung,
Akhirnya Gita tiba di titik pertemuan tepat setelah dia merasakan kakinya sedikit kram karena berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, apalagi untuk seseorang yang jarang melakukan jalan kaki.
Gita duduk di kursi yang tersedia di pinggir taman sambil menghela nafas panjang, kedua kakinya dia luruskan ke arah jalan taman.
Saat pria berkulit sawo dengan tiba-tiba datang di hadapan nya menghampiri dirinya yang sedang duduk membuat Gita begitu sangat terkejut, sejak diperjalanan menuju ke taman Gita merasakan ada hal aneh yang dia rasakan.
Seperti ada yang menguntit nya dari belakang,
Namun setiap Gita menengok ke belakang tidak ada siapapun disana, membuatnya berpikir mungkin semua itu hanya perasaan takutnya saja yang menjadikan halusinasi.
Saat pria itu kini menampakan dirinya membuat Gita yakin bahwa perasaan itu bukan sekedar halusinasinya belaka melainkan memang benar Jassen sudah mengikutinya sejak Gita berjalan kaki tadi.
'si berengsek ini sungguh membuat gw muak', maki nya dalam hati dengan tatapan yang penuh kebencian
Gita ingin sekali kabur dari hadapannya saat ini namun kakinya yang kram terasa sangat berat dan nyeri.
Dia tidak bisa berbuat lebih selain hanya menatap Jassen dengan pemandangan yang sangat membuatnya muak.
"Huuft...akhirnya kita bertemu lagi Gita"
Jassen membalas tatapan itu dengan menyeringai,
"Tolong jangan menatap dengan tatapan benci itu, bukan kah selama ini aku terus memperlakukan kamu dengan baik?"
Gita masih membisu seribu bahasa dengan semua omong kosong Jassen,
Tangannya mencengkram tulut nya dengan kuat, berharap kramnya segera mereda dengan cepat.
"Ah..iya bagaimana dengan buket bunga yang aku kirim, ngg..itu sebagai tanda permintaan maaf ku? Kamu suka rangkaian nya?"
Mendengar pertanyaan itu membuat mata Gita menjadi terbelalak, mengetahui pengirim buket tanpa meninggal kan selembar surat atau kartu ucapan ke alamat kantor itu adalah seorang Jassen.
Gita tidak pernah berpikir bahwa sosok pengirim itu adalah Jassen karena dia biasanya mengirimkan semua hadiah yang dia berikan selalu ke alamat rumah tempat tinggal Gita.
"Udah gw buang" ucapnya begitu ketus dihadapannya.
Gita mengalihkan wajah nya dari Jassen,
"Hah!! Gita ayolah...aku sudah meminta kamu kembali dengan perilaku yang baik apakah aku perlu bertindak kasar kali ini untuk mendapatkan kamu lagi?",tanya Jassen dengan seringaian di ujung bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Love Pain
Romance🔞 "pelangi yang indah tidak akan pernah datang begitu saja, tanpa adanya awan hitam, begitu pula dengan kebahagiaan tidak akan kamu rasakan sebelum adanya kesulitan" Dateen Oliver Abellard adalah pria tampan berperilaku dingin seperti kutub, antar...
