Bab 21 ( kunjungan Nenek )

82 2 0
                                        


🕊️🕊️🕊️

Pagi itu dimana pesawat yang membawa Gita dan semua timnya yang bekerja dalam pembangun hotel milik D'group mulai berangkat ke pulau yang terkenal dengan laut nya yang indah

Kali ini D'group memilih membangun hotel mereka di pinggir pantai sebagai daya tarik dari hotel itu sendiri

Namun keberangkatan Gita berbeda dengan Dateen yang masih begitu banyak jadwal yang harus dia selesaikan olehnya.

Sebagai ganti pihak dari D'group justru Dateen menggantikan peran dirinya dengan Devano yang berangkat lebih dulu ke luar kota bersama dengan yang lain nya

Dan posisi Devano di ambil alih oleh Rite di kantor saat Devano tidak bisa ada didekatnya untuk bisa membantunya.

Hal itu sering terjadi karena Devano sering menggantikan peran Dateen disaat acara kepentingan perusahaan

Pesawat mereka telah landing pada pukul tengah malam, dan membuat Gita sampai di hotel begitu pagi dini hari

Gita menyempatkan dirinya tertidur meskipun hanya memejamkan matanya saat perjalan menuju ke hotel untuk beberapa jam,

"Git...Sen ayo siap-siap! kita sedikit lagi sampai hotel", ucap Dio yang mencoba membangunkan Gita dan Hesen di kursi belakang yang juga ikut tertidur

Gita mulai mengusap-usap mukanya agar segera sadar dari rasa kantuk yang menghantuinya, disampingnya Hesen yang juga mulai merenggangkan otot pada tubuhnya.

"Sorry...sorry gw ketiduran, gila mata gw sepet banget", Hesen menyahuti Dio

"Gapapa bro, Santai aja-- nanti sampe hotel bisa terusin lagi", ucap Dio sambil menggemblok ransel yang ada pada pangkuan nya

Saat mereka memasuki lobby hotel beberapa bellboy membantu membawakan koper mereka dan mulai memasuki kamar mereka masing-masing selepas checkin

Sesampai di kamar hotel Gita sudah tidak kuat untuk menahan rasa kantuknya langsung meneruskan waktu tidurnya yang tertunda itu, tanpa sempat membersihkan diri ataupun merapihkan isi dari koper bawaan nya

Bahkan Gita tidak sempat untuk sekedar memegang ponselnya karena sudah terlalu lelah.

***

Sinar matahari pagi dimana pun keberadaannya akan selalu mampu membuat Gita merasa terpikat dengan cahaya sunrise dipinggir pantai yang terlihat cukup jauh menjadi memandangan yang indah pada view di kamar hotelnya yang menjadi tempat tinggal nya beberapa bulan ke depan

Gita yang sudah bersiap untuk menghadiri rapat pagi itu hanya duduk termenung menikmati pemandangan yang menganggumkan setelah sebelumnya dia sibuk merapihkan isi kopernya ke dalam lemari hotel,

Saat dering telepon berbunyi menandakan panggilan masuk, Gita buru-buru mengambil ponselnya yang sejak malam sama sekali belum dibuka

Sebuah nama Dateen dengan tambahan emotikon hati terpampang dilayar ponselnya, tanpa menunggu lagi Gita langsung menjawab panggilan itu

"Hay.." Gita menyapa pria yang ada diujung telepon dengan penuh nada yang ceria

"Kamu sudah bersiap-siap?", tanya Dateen

Another Love PainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang