🕊️🕊️🕊️🕊️
"Nyonya, terimakasih atas makan siangnya hari ini, maaf jika ada perbuatan saya yang salah, saya mau izin permisi untuk pamit kembali ke meja"
Rite memberikan salam pada Nenek Lucy yang hendak masuk kembali ke ruangan Dateen,
Nenek Lucy pun membalikan badan nya
"Ah ya, tentu nak...aku pun terimakasih kamu telah menerima ajakan ku, kalau begitu selamat kembali bekerja"
"Baik Nyonya, saya permisi juga Pak"
Dateen menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas sapaan Rite,
Dateen merasa sangat lelah sepulang dari pertemuannya sejak tadi pagi, namun dia tidak menyangka setelah sampai di kantor justru dia kini harus menyambut kedatangan Neneknya, belum lagi pertanyaan dan nasihat Nenek yang sudah di hafal dikepala nya yang selalu membuatnya sedikit merasa pusing.
"Dateen, ku dengar besok adalah keberangkatanmu menuju ke luar kota bukan?"
"Benar Nek, jadi hari ini aku menyelesaikan semua pekerjaan ku disini"
"Baiklah kalau begitu, aku tidak sabar agar bisa segera berkunjung ke hotel kita di pesisir pantai itu, Dateen...semoga berjalan lancar dan cepat pembangunan disana...aku.." Tiba-tiba Nenek Lucy menghentikan ucapan nya
Dateen menatap mata Neneknya sekarang,
"Ngg...Aku ingin setelah hotel itu selesai, kamu bisa segera menikah nak!"
Dateen langsung menahan senyum nya agar tidak terlihat oleh Neneknya dengan gerakan mengusap wajahnya, karena dia tahu benar apa yang akan dikatakan oleh Neneknya maka ujung percakapan itu adalah tentang pernikahan nya.
"Tentu Nek, aku akan segera mengenalkan nya pada Nenek"
"Hmm..Dateen, bawa dia kesini sekarang padaku"
Mendengar perintah dari Neneknya ,Dateen kini mengeluarkan tawa nya
"Nenek terlalu terburu² , dia tidak disini sekarang, dia berada diluar kota"
"Jika aku jadi kau, aku bisa menjemputnya kapan saja dan dimana saja keberadaan nya ,dan akan terus bersamanya Dateen meski dia ada diujung dunia"
"Ha..ha..ha Nenek, hal konyol apa yang barusan Nenek katakan sih?!, besok aku akan berangkat menemuinya",
Mendengar ucapan Dateen, Neneknya langsung terperanjat dan menoleh ke arah nya.
"Astaga Dateen??...apakah dia dari staff kita?"
"Bukan begitu Nek, dia adalah salah satu arsitek yang di rekrut kita"
"Waahh...itu menakjubkan, pasti dia wanita yang hebat sama sepertimu, apa aku bisa melihat fotonya Dateen?, apakah dia cantik seperti ibu mu?"
Nenek Lucy begitu antusias atas pernyataan yang dikatakan Dateen kepada nya,
"Sangat cantik Nek, lihat laah!"
Dateen menyodorkan layar ponsel nya menunjukan foto Gita yang tersimpan di folder ponsel milik nya.
"Gadis yang manis Dateen, segera bawalah dia kepada ku nanti, aku sangat menantikannya"
Tangan Nenek mengusap bahu Dateen, dan memberikan senyum pada cucu nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Love Pain
Romance🔞 "pelangi yang indah tidak akan pernah datang begitu saja, tanpa adanya awan hitam, begitu pula dengan kebahagiaan tidak akan kamu rasakan sebelum adanya kesulitan" Dateen Oliver Abellard adalah pria tampan berperilaku dingin seperti kutub, antar...
