🕊️🕊️🕊️
Setelah mengantarkan dokter Aldo pulang , Devano langsung memutuskan untuk bergegas pergi mendatangi apartemen Rite,
Sinar matahari masih tampak terlihat cerah siang itu,
Sebelum datang berkunjung Devano lebih dulu menelpon Rite untuk memberinya kabar, bahwa dirinya akan segera jalan menuju kediaman nya.
Tetapi itu membuatnya merasa menyesal karena Rite membuat perjalanan nya jadi bersinggah ke beberapa toko untuk membeli barang-barang yang di titip Rite kepadanya
"Dasar cewek yaa engga yang mana repot-repot semua", gerutu Devano setelah kembali ke mobil nya dari toko terakhir yang dia singgahi.
Saat mobilnya terparkir Devano mulai menurunkan beberapa tas belanjaan milik Rite dari belakang bagasi mobil, dan menenteng semuanya sampai langkahnya terhenti di depan pintu unit apartemen Rite.
Ding..Dong.!!
Jarinya berkali-kali memencet bel di depan pintu,
"Pasti tidur nih, engga salah lagi!"
Saat tangannya mulai merogoh saku celana untuk mengambil ponsel menelpon Rite, tiba-tiba suara pintu terbuka, dan menampakan Rite berdiri dibalik pintu yang sedang mengusap matanya
"Hooam...berisik banget deh lo, sorry sorry ketiduran gw"
"Iyaaak tahu pasti merem mata lo jadi budek"
"Lama banget sih lagian, buruan masuk"
"Dikira gw lama karna apa ya? ini titipan lo kaya belanjaan bulanan", jawab Devano sambil menoyor kepala Rite
"Hehehe maaf deeh yaa, gw keabisan bahan makanan, kan lo mau main jadi ini tuh ujung-ujungnya buat lo kok"
"Lo udah makan siang?" Tanya Rite pada Devano yang sudah terduduk di kursi depan TV.
"Tadi di jalan beli siomay sih, tapi kalo mau siapin makanan boleh deeh"
"Gw mau bikin es buah siang-siang gini kayanya enak, buahan yang gw pesen beli engga?"
"Iya beli dooong, diperiksa coba di tas belanja nya"
Rite mulai membawa semua tas belanja ke dapur dan menatanya ke dalam lemari pendingin,
Ini adalah kedua kalinya bagi Devano berkunjung ke tempat tinggal nya, meskipun mereka sering menghabiskan waktunya bersama di kantor ataupun setelah jam kantor tapi Devano tidak terlalu sering untuk sempat bermain disana.
"Bisa bantuin gw kupasin buah gak ya manusia satu ini?",
Rite menghampiri Devano yang sedang asik didepan TV dengan membawa kantong plastik berisi beberapa buahan yang terisi didalam wadah kaca.
"Aduh Rit gw liatin lo dulu deh sambil belajar sampai lo selesai"
"Hadeeh...udah gw duga sih jawaban nya itu"
"Hehehe...lagian repot banget segala bikin, tadi mestinya nitip beli langsung aja gak sih yang simple sedikit"
"Udah deh jangan ngatur kalo engga bantuin!, lagian ni yah..kalo bikinan sendiri itu lebij higenis kebersihannya tahu??"
"Ah lo mah seneng memperumit aja sih anak nya"
Rite mulai mengupas buah yang perlu dikupas, dan memotong yang lainnya mencampur semua buah menjadi satu ke dalam wadah, dia mulai membuat es buah sesuai yang dia inginkan, disisi lain Devano hanya menjadi penonton setia saat Rite menyiangi buah.
Setelah beberapa menit es buah sudah siap disajikan di atas meja, Rite beranjak pergi untuk mengambil sendok.
"Keliatan nya enak nih..slurpp"
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Love Pain
Romantik🔞 "pelangi yang indah tidak akan pernah datang begitu saja, tanpa adanya awan hitam, begitu pula dengan kebahagiaan tidak akan kamu rasakan sebelum adanya kesulitan" Dateen Oliver Abellard adalah pria tampan berperilaku dingin seperti kutub, antar...
