Bab 6 ( permohonan )

279 8 0
                                        

Melihat Gita pulang dengan pria asing yang belum pernah ibunya lihat, ditambah dengan kondisi wajah Dateen yang lebam membuat ibunya menjadi penuh kekhawatiran, langkah Gita langsung menuju ke ibunya yang sejak tadi berdiri menunggu kepulangan dirinya.

"Malam Tante", Dateen langsung memberi salam pada ibu nya yang sedang memandangnya lekat.

Belum sempat menjawab sapaan dari Dateen ,Gita langsung memperkenalkan Dateen pada ibunya yang sejak tadi menatap penuh dengan rasa penasaran.

"Mah ini kenalin Dateen, tadi ban mobil aku rusak dijalan tapi untung bisa ketemu Dateen dijalan"

"Ya ampun nak mamah khawatir sekali, mamah telpon kamu dari tadi tapi ga aktif",

Tatapan ibu nya lalu beralih ke Dateen berdiri, membuatnya terkejut saat menatap wajah lebam Dateen

"Dateen muka kamu kenapa, apa terjadi sesuatu sama kalian?"

"Oh gapapa tante ini tadi...", Kata-katanya terhenti karna takut membuat ibunya semakin merasakan khawatir berlebih.

Namun Gita langsung menggandeng ibunya masuk ke dalam rumah, untuk mengalihkan topik pertanyaan dari ibunya.

"Ahh mamah tolongin aku buatin minum buat Dateen ya mah, Gita mau bersih-bersih dan ganti pakaian sebentar"

"Tentu sayang, Dateen ayo silahkan masuk nak"

"Iya tante, makasih", langkah kakinya membuntuti dibelakang Gita.

Saat masuk kedalam ruang tamu Gita langsung mempersilahkan Dateen untuk duduk menunggunya, ibu Gita pun masuk ke dapur membuatkan minuman dan mengambil beberapa makanan untuk Dateen, saat ibu Gita kembali dengan nampan penuhnya Dateen sedang memandang foto Gita kecil yang terpasang dalam bingkai kayu dimeja kecil samping sofa yang dia duduki.

'ternyata dia masih seimut dulu' akunya dalam hati

Tanpa sadar Dateen menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya saat memandang foto kecil Gita.

"Nak Dateen, ini tante tadi sore buat kue silahkan di cicipin ya"

Suara dari Tante Wilda membuat Dateen tersadar dan mengalihkan pandangannya dari bingkai tersebut.

"Wah..Makasih banyak tante, jadi repot-repot sudah malam"

"Gapapa nak, tante juga makasih kamu udah anter Gita sampe rumah malam² gini, kalo begitu tante izin masuk kamar istirahat ya, jangan lupa dimakanin kue nya",

"Iya tante,selamat istirahat , nanti pasti saya cicipi"

Setelah ibu Gita masuk ke dalam kamar, di lanjutkan Gita yang keluar dari kamarnya dengan membawa beberapa obat ditangannya,
Dateen langsung menengok ke arah datangnya Gita, dan menatapnya yang sudah mengganti pakaian dengan piyama nya.

"Aku pakein salep yaa?",Gita melangkah dan duduk disebelah Dateen.

Dateen hanya menganggukan kepalanya setuju,
"Maaf kalo sedikit sakit"

Tangan Gita pun membasuh lebam di wajah Dateen dengan kain lembut yang hangat terlebih dahulu gerakan nya perlahan, Gita merawat nya dengan sangat hati-hati. Saat jarinya mengusapkan salep ke pipi Dateen dengan lembut, kini Dateen dapat memandang wajah Gita sedekat satu jengkal tangan dari jarak wajahnya.

Membuat Dateen menggeliatkan jakun nya

Bulu matanya yang panjang...

Matanya yang indah...

Kulit nya yang halus...

Pemandangan yang jelas menyejukan matanya, bahkan aroma harum tubuh Gita mampu tercium oleh Dateen membuat jantungnya berdebar tidak karuan, pandangannya menjadi begitu dalam seakan terhanyut oleh kecantikan paras Gita yang begitu menawan dimatanya

Another Love PainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang