Bab 5 ( Insiden )

794 9 0
                                        

Langit sore telah memberikan warna jingga menggambarkan kesan hangat pada waktu sore, cahayanya menembus masuk ke dalam gedung kaca tempat Gita yang sedang duduk dikursi kerjanya merapihkan beberapa barang di atas meja.

Sejak pertemuan makan malamnya bersama Dateen fikirannya terus dipenuhi oleh bayang² Dateen, yang tak bisa dia pungkiri hatinya telah tersentuh pada sikap manis dan hangatnya Dateen pada dirinya.

"Git ,gw balik duluan yaa" ,sapa wanita disebelah mejanya membuat Gita menoleh kearah Mira.

"Iya mir hati² dijalan yaa"

"Lo lembur hari ini kan?"

"Iya nih mir, persiapan besok"

"Okelah kalo gitu, semangat kawan kencangkan sabuk pengaman mu", tangan Mira menepuk nepuk bahu Gita lalu meninggalkannya.

"Kaya mau naik roller coaster ya gw"

Hahahaa..

Jam menunjukkan pukul 9 malam dimana Gita akhirnya menyelesaikan pekerjaannya segera beranjak dari kursi kerjanya dan meninggalkan kantor.

Namun saat ditengah perjalanan mobil nya mengalami masalah, Gita langsung menepikan mobil dibahu jalan untuk memeriksakan keadaan mobil nya.

Saat Gita keluar dari mobil merasa terkejut saat melihat kedua ban mobilnya terlihat sangat kempes entah sejak kapan itu terjadi Gita baru menyadarinya, matanya menyapu sekeliling melihat bengkel disekitar namun tak membuahkan tanda ada pertolongan didekat sana.

'ahh sial udah malem gini mana ada bengkel yang buka lagi'.. tuturnya dalam hati.

Gita yang tampak cemas dan frustasi langsung mengambil ponsel dalam tasnya untuk memanggil bantuan derek untuk mobilnya.

Dateen yang sedang dalam perjalanan pulang dari acara makan malam bersama dengan rekan bisnisnya melewati jalan yang sama dengan yang Gita lalui, Dateen menyetir mobil nya sendiri malam itu karna memutuskan untuk memerintah Pak Jo untuk kembali tepat waktu, Dateen adalah seorang atasan yang bijaksana tidak pernah memberatkan atau merepotkan pelayan nya dengan urusan-urusan pribadinya.

Saat matanya tertuju pada seorang wanita yang berdiri sendirian ditepi jalan dan menepikan mobilnya, Dateen langsung memerhatikan dengan seksama sosok wanita yang dikenalinya, itu adalah Gita yang sedang menelpon di sisi samping mobilnya.

Tanpa berpikir panjang Dateen langsung memutar mobilnya setelah mengenali wanita itu, ponsel Gita masih menempel ditelinganya belum menyadari kedatangan Dateen dari awal sampai memutar balikan mobil nya hanya untuk menghampiri nya.

Setelah selesai menelpon bantuan Gita menaruh kembali ponselnya ke dalam tasnya, saat langkahnya berbalik untuk masuk kembali ke mobilnya Gita baru menyadari bahwa ada mobil lain yang menepi bersama dengannya, matanya lalu memincing untuk melihat siapa yang ada didalam mobil itu.

Betapa kagetnya Gita bahwa sosok pria bertubuh tinggi yang muncul dari dalam mobil hitam tersebut adalah Dateen, langkah Dateen langsung menghampirinya Gita yang sedang menatapnya lekat dan membeku.

Matanya memerhatikan pakaian yang dikenakan Dateen, beberapa kancing kemejanya yang sudah terlepas dari lubangnya, dasinya yang tidak tersimpul hanya menyangkut pada kerah kemeja, tampilannya yang berantakan kini membuat kesan berbeda membuat Gita terpaku memandangnya.

'kok ada ya orang berantakan aja tetep ganteng begini' ,

Hatinya berkata namun raganya tetap mematung.

"Gita?, Kenapa sama mobil kamu?",Dateen memandangnya dengan penuh perhatian

"Oh hy..iyaa nih, ban aku pecah kayanya deh", jawab Gita yang sudah mengembalikan fokusnya

Another Love PainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang