31 - Final

1.7K 31 8
                                    

Mulmed casting ya. Gaada kim. Kim sesuai imaginasi kalian aja:) sorry for typo(s).. selamat membaca:)

--

8 years later..

"Hey, love. Morning"sapa seorang pria yang berstatus tunanganku sejak dua tahun yang lalu. "Hey, morning. Kau sudah bangun ternyata"sapaku balik. Ia mencium pipiku kilat dan berhasil membuat pipiku memanas.

"Hey, pagi-pagi sudah mesra saja. Ada anak kecil disini"Ucap seorang gadis kecil. "Hahaha, okeoke maafkan aku ,nona "kata darren langsung menggendong Kim--adikku-- ke pangkuannya.

Aku terkekeh melihat darren dan kim saat mereka bercanda. Momen yang paling kusuka. "Pagi ,alexa dan darren."sapa dad dan mum saat keluar dari kamar. "Morning"sapa kami. "Mum dan dad tidak menyapa kim?"tanya kim dengan nada sedih. Oh, aku semakin gemas melihat wajah nya.

"Morning ,kimberly avena"sapa mum sembari mencubit pipi tembem milik kim. Kim mengerucutkan bibirnya. Ia memang tidak suka pipinya dicubit. Darren langsung mencium pipinya. Dan seketika kim tersenyum lebar menunjukan gigi-gigi mungilnya.

"Oke all. Ayo kita sarapan dulu"ajak dad. Kamipun mengikuti dad kearah ruang makan. Well, untung saja aku tadi sudah menyiapkan sarapan.

Author pov

Perfect Family. Itulah yang bisa digambarkan dari keluarga ini. Alexa beruntung memiliki orangtua yang selalu mendukungnya, adiknya, Kimberly yang selalu menghiburnya--walaupun terkadang menyebalkan-- dan darren yang mencintainya, begitupula sebaliknya.

"Kalian ada rencana kemana hari ini?"tanya mum, "ke rumah pohon ,mum."jawab Alexa lalu meneguk air mineral. "Kalian tidak menyiapkan untuk pernikahan nanti?"sekarang dad yang bertanya. "Tenang saja ,dad. Itu semua sudah kami urus sejak jauh-jauhari."jawab darren. Orangtua Alexa pun mengangguk.

Tapi ada yang aneh. Kenapa kim diam saja? "Kim? ada apa?"tanya Alexa yang pertama menyadari sikap aneh kim. "Kalian mau ke rumah pohon? Kim ikut ya? Please.."kata kim memasang wajah memohon. "No. Kau akan menggangguku dengan Alexa nanti"dan sedetik kemudian sebuah tangan bertemu dengan kepala darren.

"Hei sakit tahu!"darren meringis karena juniel menjitaknya. "Idiot"kata Alexa. "Im a idiot person, but you love me ,right?"goda darren. "Terserah kau saja"

Ucap Alexa langsung menoleh kearah kim--untuk menutupi pipinya yang memerah ,tentu saja.

"Hey kim, tadi kau bilang mau ikut kan? Sarapannya sudah selesai?"tanya Alexa, kim mengangguk. "Baguslah. Ayo kita berangkat sekarang"ajak Alexa, "mum,dad. Alexa dan kim berangkat ya"pamit Alexa lalu berlari sembari menggandeng tangan kim. They have left Darren ,all.

"Heh, tunggu aku!"Darren mengejar Alexa dan kim yang sedang tertawa terbahak-bahak.

**
"Kim!"panggil dalene semangat. "sister!"panggil kim tak kalah semangat. Mereka--Alexa,darren,brian,arnold,grace-- hanya memutar bola mata dan menggeleng melihat tingkah laku dalene dan kim. Beginilah dalene-kim kalau sudah bertemu.

"Kau masih menggemaskan ya! Sini aku cubit pipimu!"kata dalene langsung mencubit pipi kim. Kim langsung cemberut. Sudah kubilang 'kan kalau kim tidak suka dicubit pipinya?

"Kak-" "dalene, kau membuatku cemburu"kata brian menghampiri dalene dan kim. Dalene memutar bola matanya. "Dia anak kecil ,babe"

"tetap saja, you're mine"kata brian-lagi- "ya ya, terserah kau saja."ucap dalene pura-pura tidak peduli. "Wah, kau tidak mencintaiku lagi ya? Aww, sakitnya tuh disini"kata brian dramatis sembari memegang dadanya. Dan sedetik kemudian, dalene langsung memukul kepala belakang brian.

"Aw! sakit sayang"brian meringis. Dalene terkekeh. Kim yang tidak mengerti pun juga ikut terkekeh melihat dalene dan brian.

"Oke, cukup dramanya. Kalian seperti sebuah keluarga bahagia ,fyi. Dan itu membuatku iri"canda arnold menghampiri mereka diikuti grace, darren dan alexa dibelakangnya.

"Kami memang keluarga bahagia kok"balas brian lalu memeletkan lidahnya. Melihat itu, alexa langsung menyikut grace. "Psst, ayo kita pergi dari sini. Mereka sudah gila"bisik alexa, seakan tau maksud alexa dari 'pergi', grace langsung mengangguk setuju. Merekapun mundur perlahan, setelah 5 langkah, mereka langsung lari dan tertawa. "Hey! Kalian mau kemana?!"teriak darren yang pertama menyadari tunangannya dan sahabatnya berlari. "Tentu saja lari dari kalian! Hahahaha"jawab alexa dari kejauhan. "Kalian ingin kumakan ya?!"kali ini arnold dan dalene yang bicara.

"Siapa takut? Coba saja kejar kami!"tantang grace lalu disambut tos dari alexa. Dan dengan begitu, arnold menggengam tangan kim untuk menyusul darren dan pasangan gila--brian dan dalene-- yang sudah lari duluan.

THE END.

Quotes :

"The grand essentials of happiness are : something to do, something to love, and something to hope for" - Allan K. Chalmers

"Bahagia itu sederhana. Misalnya, bisa melihat keluarga dan orang-orang yang kita cintai tersenyum." -Zea R J

A/n

"Apaan sih zea pake quotes segala. Blablabla" wkwk.. HAI SEMUAAA.. Apa kabar? Cie zea nanyain kabar=)) Aku gatau ini bagus atau engga, aneh atau engga. Tapi yang dipikiran aku ya ini. Hehe. Fyi, judul chapter ini ngaco=))

Ohya, alhamdulillah fanfic abal ini akhirnya tamat. Hihi, makasih ya yang udah ngedukung. Makasih banyak! Makasih juga buat Daniasita dan Jihanns_ yang selama ini udah bantu aku.. wkwk

Dan zea mau bilang, Mohon maaf lahir dan batin ya. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan:)

Pokoknya makasih banyak buat semuanya! Lysm!

P.s. tinggalkan jejak ya!:D

Sampai ketemu lagi! ;)

Love, Zea♥

Find Love at London City [On Editing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang