"Lo udah siap?" tanya Harsha pada Nakula yang baru saja keluar.
Harsha berdiri di depan pintu apartemen milik sahabatnya itu. Lepas Nakula keluar dari apartemen dengan membawa koper dan barang² nya, Harsha bertanya untuk memastikan apakah Nakula sudah siap untuk pergi.
"Udah, yuk!" balas Nakula dengan wajah ceria.
Mereka semua hari ini memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, usai Abimanyu dan Nakula mendeklarasikan bahwa mereka telah kembali dalam hubungan yang spesial dan berencana untuk menikah.
Harsha awalnya terkejut dan tidak percaya bahwa sahabatnya yang waktu lalu datang padanya dalam keadaan hancur, kini mengatakan padanya bahwa ia dan Abimanyu akan segera menikah. Tentu saja Harsha tidak percaya akan hal tiba-tiba seperti itu. Tapi, melihat raut bahagia pada wajah sahabatnya tidak menutup bahwa ia juga ikut merasa bahagia.
"Gimana perasaan lo sekarang?" tanya Harsha sesudah berada di dalam mobil.
"Aku gabisa ungkapin semua dengan kata-kata Sha. Intinya aku bahagia banget!" balas Nakula dengan senyuman lebar.
Harsha ikut tersenyum melihat antusiasme dari diri Nakula. "Gue juga ikut bahagia tau. Lo tiba-tiba bilang ke gue mau nikah sama Abimanyu, hampir jantungan gue!" ujar Harsha disusul dengan tawa ringan Nakula.
"Aku berharap, semoga aja hubungan aku sama mas Abim ga akan kenapa-napa kedepannya setelah kita menikah. Aku mau hidup dalam kebahagian bersama mas Abim, Sha." pria berkulit tan itu mengangguk mantap. "Tentu aja Nakula, hubungan lo sama Abimanyu pasti akan langgeng terus sampai kalian tua."
"Makasih Sha." timpal Nakula.
"Buat?"
"Semuanya, kamu yang selama ini ada di samping aku buat menghadapi segalanya. Aku berterima kasih banget sama kamu Sha, kalau ga ada kamu mungkin aku udah tumbang dari awal. Tapi kamu selalu nasehati aku, kamu selalu yakinkan aku kalau aku sama mas Abim pasti bisa bersatu seperti dulu."
Ucapan Nakula membuat Harsha tertegun. Hatinya tersentuh mendengarnya, hingga ia tidak bisa menahan air matanya. "Gue sahabat lo Na, gue bakal selalu ada di samping lo!" jawab Harsha.
"Sorry ya, ini gue mau peluk tapi gabisa karena lagi nyetir." ujar Harsha sembari mengusap matanya yang basah. Nakula tertawa ringan dibuat nya.
***
Sedangkan Abimanyu juga tengah bersiap-siap ditemani oleh Jiao dan juga Ningning. Ibu dan anak itu datang pagi-pagi sekali untuk membantu Abimanyu bersiap. Sebenarnya, itu adalah permintaan Jiao yang merengek untuk pergi menemui Ayah nya.
"Papa, jangan lupa bawa barang-barang penting Papa ya!"
"Baju papa yang warna biru juga jangan lupa dibawa."
"Papa, jaketnya di masukkan tas atau mau dibawa saja?" tanya panjang lebar gadis kecil itu.
Abimanyu dan Ningning gemas dibuat nya. Sedari tadi hanya Jiao yang sibuk mempersiapkan barang-barang Abimanyu. Padahal pria itu terlihat santai dan menikmati, tapi putri kecil nya tidak bisa diam semenjak masuk kedalam apartemen.
"Sudah sayang, letakkan semuanya disitu. Biar Papa yang menyiapkan nanti, lebih baik Jiao sarapan terlebih dahulu. Mama Ningning sudah memasak makanan lezat." ujar Abimanyu.
"Papa jahat sekali, tidak menghargai kerja keras Jiao. . . huh!" decak anak itu melempar baju yang dibawanya ke dalam koper.
Abimanyu tertawa melihat gadis kecil itu mencebikkan bibir. Ia menyuruh Jiao untuk mendekatinya dan anak itu langsung mendekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABIMANYU || Nomin
FanfictionAbimanyu merupakan seorang anak dari kalangan bawah. Ia memutuskan untuk bekerja ke China dan meninggalkan kekasih juga keluarganya. Namun siapa sangka, di negri orang Abimanyu malah mengalami kejadiaan naas hingga membuat hidup nya berubah seketika...
