Senja itu terasa lebih sunyi dari biasanya.
Zenn berdiri di hadapan Alika, seolah menahan sesuatu yang berat di dalam hatinya. Angin sore berhembus pelan, membuat suasana perpisahan itu terasa semakin nyata.
Dengan suara yang sedikit bergetar, Zenn...
"Hah... jadi dia suka sama si inisial I..." ucap Alika pelan dengan wajah yang langsung berubah pucat.
"HAH?! Waduh..." teman-temannya langsung saling menatap kaget.
"Sabar ya, Al. Tetap semangat. Jangan dengerin omongan mereka. Kalau kamu memang masih suka sama Zen, kita tetap dukung kamu kok," ujar salah satu temannya mencoba menenangkan.
Alika hanya diam. Bibirnya bergerak kecil, tapi tak ada kata yang keluar. Dadanya terasa sesak mendengar semua itu.
"Jadi... dia udah suka sama seseorang..." batinnya lirih.
🏠 Sampai di Rumah Alika 🏠
Brukkk.
Tas sekolah Alika jatuh begitu saja ke lantai. Tanpa mengganti seragam, ia langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur. Tatapannya kosong ke arah langit-langit kamar, sebelum akhirnya air matanya mulai jatuh perlahan.
"Aku salah ya... mencintai Zen?" bisiknya dengan suara bergetar.
"Apa aku harus berhenti suka sama Zen biar nggak sakit hati terus? Apa aku harus mulai move on...?"
Ia menarik napas panjang sambil memeluk bantal di sampingnya. Rasanya lelah sekali memendam semuanya sendirian.
"Huft... mending istirahat aja deh..."
Tak lama kemudian, Alika memejamkan matanya. Ia mencoba tidur, berharap rasa capek dan pikirannya tentang Zen bisa hilang walau hanya sementara.
Hari Libur yang Berbeda
Hari libur pun tiba.
Biasanya, Alika selalu menghabiskan waktu liburnya dengan berbagai kegiatan seru. Kadang pergi keluar rumah, menonton film, atau sekadar bercanda bersama teman-temannya.
Namun kali ini berbeda.
Sejak hatinya mulai rapuh, Alika lebih sering mengurung diri di kamar. Ia hanya rebahan di atas kasur sambil menatap foto Zen di layar ponselnya.
"Zen... kenapa sih kamu harus punya cewek..." gumamnya lirih.
Namun beberapa detik kemudian, Alika menutup wajahnya sendiri dengan bantal kecil.
"Eh, jangan egois, Alika... Zen juga berhak suka sama perempuan lain," batinnya mencoba menyadarkan dirinya sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.