KESEMPATAN YANG HILANG

26 5 0
                                        

— September 2022

Pada bulan itu, Zen terpilih menjadi salah satu anggota Pramuka yang akan mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan antar sekolah.

Kabar itu tentu membuat banyak siswa bangga, termasuk Alika.

Sebenarnya, Alika juga sempat terpilih menjadi anggota tim tersebut. Namun sayangnya, takdir berkata lain. Karena suatu hal, namanya harus dikeluarkan dari daftar peserta dan ia batal mengikuti perlombaan itu.

Hal itu membuat Alika sangat kecewa.

Bukan hanya karena gagal ikut lomba, tetapi juga karena ia sangat ingin merasakan berjuang bersama Zen dan teman-temannya sampai mendapatkan juara bersama.

Perlombaan itu masih berlangsung sekitar dua sampai tiga minggu lagi sejak pemilihan anggota dilakukan. Itu artinya, masih ada banyak waktu untuk latihan dan belajar tentang kepramukaan.

Namun Alika hanya bisa melihat semuanya dari jauh.

Setiap sore, ia memperhatikan teman-temannya berlatih dengan penuh semangat di lapangan sekolah. Tawa, teriakan penyemangat, dan kekompakan mereka membuat hati Alika semakin sesak.

Ia ingin berada di sana juga.

"Instruksi tali-temali dibenerin lagi!" teriak salah satu pembina dari kejauhan.

Sementara itu, Alika hanya berdiri diam sambil memandangi mereka dengan tatapan sedih.

"Andaikan aku juga bisa kayak gitu..." gumamnya lirih.

Untuk pertama kalinya, Alika merasa begitu dekat dengan mimpinya... namun di saat yang sama, mimpi itu juga terasa sangat jauh untuk digapai.

 namun di saat yang sama, mimpi itu juga terasa sangat jauh untuk digapai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Alika hanya bisa melihat perjuangan Zen dari belakang.

Meski sempat kecewa karena gagal ikut perlombaan Pramuka, perlahan ia mulai belajar menerima semuanya. Hari demi hari, rasa sedih itu mulai mereda walaupun masih meninggalkan sedikit luka di hatinya.

"Mungkin ini memang takdirnya..." batin Alika mencoba mengikhlaskan.

Akhirnya, Alika dan teman-teman ceweknya berinisiatif melihat latihan perlombaan dari lantai tiga sekolah. Kebetulan kelas Alika berada di lantai tiga, sedangkan Zen dan tim Pramuka sedang latihan di lapangan lantai satu.

Dari atas, Alika bisa melihat Zen yang sedang sibuk merakit tongkat bambu bersama anggota lainnya.

Tatapan Alika nggak pernah lepas dari cowok itu.

Dan tanpa sadar, ia tiba-tiba berteriak cukup keras dari balkon kelas.

"SEMANGAT ZEN! JUARA YA, ZEN!"

Zen yang mendengar suaranya langsung menoleh ke arah lantai tiga. Sesaat kemudian, cowok itu tersenyum kecil sambil mengangkat tangan singkat.

Melihat itu, wajah Alika langsung berbunga-bunga sendiri.

Namun kebahagiaan itu nggak berlangsung lama.

Di tengah Alika yang sedang asyik memperhatikan Zen, tiba-tiba datang seorang cewek yang menurutnya cantik, pintar, dan terlihat cocok berdiri di dekat Zen.

"Loh... kok dia deketin Zen? Ngapain tuh? Berkedok bantuin ngikat tongkat bambu kah?" gumam Alika sambil menyipitkan mata.

"Wah Al, ini nggak bisa dibiarin," celetuk salah satu temannya ikut heboh.

"Iya deh. Kayaknya dia suka sama Zen."

Alika langsung diam.

"Saingan lagi... dan kayaknya kali ini aku kalah deh," batinnya pelan.

Dari bawah, cewek itu terdengar bicara pada Zen.

"Sini, Zen. Aku bantuin. Sana kamu istirahat dulu. Kasihan, kamu capek banget. Kemarin juga nggak masuk karena sakit, kan?" ucap cewek itu perhatian.

"Yaudah deh. Sana tuh, aku mau minum dulu," jawab Zen santai sambil menyerahkan pekerjaannya.

"Zen..." batin Alika langsung terasa nyeri.

"Cobaan apalagi ini..."

Pikiran Alika mulai ke mana-mana.

"Jangan-jangan Zen suka sama dia ya? Hadeh... pasti nanti aku overthinking lagi sampai rumah."

Saat melihat cewek itu membantu mengikat tali bambu milik Zen, dada Alika tiba-tiba terasa sesak.

"Aduh... dadaku sakit banget. Kayak ditusuk. Kenapa Zen mau-mau aja sih..." gumamnya lirih sambil memegang dadanya sendiri.

- Jika aku bukan jalanmuKu berhenti mengharapkanmuJika aku memang tercipta untukmuKu 'kan memilikimu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu

🎶 Afgan - jodoh pasti bertemu

ALZEN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang