06

1.5K 92 2
                                        

Malem cayang makasih votenya ya aku makin semangat nulisnya😁

"Em terimakasih lie masakkan bibimu sangat enak"ungkap cristian yang mulai lahap memakan bekal yang diberikan lie untuknya.

"Tentu saja kak sangat enak"lie melanjutkan makan begitu juga cristian dan tidak sadar dari tadi mereka menjadi pusat perhatian.

Karna jarang sekali cristian mau dekat orang baru makan ditempat yang sama,duduk bersebelahan,apalagi mereka sangat rapat.

Nathan datang dengan satu piring dan tiga minuman,melihat sang sahabat dan anak baru itu sudah makan iapun mulai duduk dan ikut makan.

Cristian tampak menikmati waktunya bersama sahabat lamanya dan anak baru itu entah kenapa ia tidak merasa risih sama sekali,tetapi ia merasa nyaman.

"Oh iya lie kau nanti langsung pulang atau ikut kita aja ku jamin pasti bakalan seru abis?"tanya nathan setelah menghabisakan makanannya.

"Entalah kak adikku tipe yang posesif jadi mungkin akan susah jika aku ijin"jawab lie lesu ia juga ingin sekali-kali bebas.

"Huh yang benar saja sebenarnya kau itu kakak apa adek sampai harus dijaga sebegitunya"cristian saja tidak pernah tuh diposesiffin kakaknya.

"Jelas aku anak pertama bahkan usia kami terpaut dua tahun kak"ucap lie tegas enak saja ia diragukan.

"Alah itu sie gampang lie kita atur saja dan matikan handponemu aku yakin adikmu memasang gps kan"tanya nathan menebak.

"Ah iya begitulah tapi tadi aku dapat pesan kalau hari ini dia sedang sibuk dengan ujiannya"jawab lie lega akhirnya ia punya waktu untuk menjalani masa remajanya.

"Nah timmingnya tepat baiklah nanti kamu ikut kita aja oke janji deh lo gak bakallan bosen"nathan kembali mengajak lie dengan janji manis.

"Emang jadwal osis kosong nat jangan bilang lo mau bolos padahal lo yang nyeret gue buat daftar ye"tanya tian agak kesel.

"Kosong kok tian lagiankan semua pada sibuk ngurusin skripsian jadi kegiatannya pada diberhentikan sementara"ujarnya santai.

"Oh yaudah lie ikut aja ntar kamu bocengan ama gue dan kamu pernah naik motor nggak?"tanya tian karna ia melihat lie itu tipe anak polos yang mudah takut.

"Enggak pernah sie kak paling cuman motor kecil-kecil kayaknya motor kakak tipe kayak motor balap?"lie memandang cristian dengan tatapan penasaran.

"Iya motor gue emang tipe pembalap gampang mah ntar aku ganti mobil"tian tinggal tukar aja ama temennya nanti.

"Enggak usah kak aku mau nyoba naik motor gede biar tau rasanya"tolak lie karna tak ingin merepotkan.

"Serius ya jangan ngeluh ntar"tawar tian siapa tau lie berubah pikiran.

Oke dah kupanjangin oh iya cerita satunya ku up besok mlm ya vote😄

MY LITLE LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang