Hola siapa yang nungguin aku up kkkk,inie aku up moga kalian makin betah.
"Oh begitu baiklah"ujarnya agak kecewa.
"Mu nanti ya setelah aku sudah banyak pengalaman agar nantinya tak terasa sakit"balas lie menenangkan.
Kalo kalian tanya tentang percakapan vulgar mereka,jangan mengira jika lie adalah anak polos,penurut ataupun anak baik.
Ia juga pernah menjalani kehidupan bebas ketika tinggal di amerika,jadi jangan heran dengan santainya ia berucap sevulgar itu.
Tian hanya mengangguk dengan patuh dan ia harus melakukan perwatan,karna ia ingin lie semakin terjerat dengan dirinya.
Akhirnya sepasang kekasih itu menghabiskan waktu dengan bermanja,bercanda ria sampai makan malam bersama.
Jika ditanya mereka ada di mana sekarang,lie sedang menginap diapartemen pribadi cristian,yang bahkan tidak diketahui oleh anggota gengnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kini lie sedang menindih tubuh sang keakasih,bibirnya mengecup labium merah cristian,melumatnya,menjilat serta menyesap rasa manis dari bibir mungil itu.
Sedangkan tangannya asyik meremas serta mempermainkan dada telanjang milik tian,setelah puas ia turun untuk menghisap niple yang kelihatan agak montok itu.
Menghisap,mengulum dengan sensual sesekali lidahnya menjilat leher putih sang kekasih.
Tian hanya bisa mendesah nikmat entah bagaimana ia bisa berakhir seperti ini,padahal niatnya ia tidur bertelanjang dada.
Biasanya juga seperti itu padahalkan tidak berniat apalagi ia belum membersihkan tubuh bagian bawahnya.
Lie menghentikan cumbuannya walaupun bagian bawahnya terasa sesak,tetapi ia tak mau merusak tian diawal pacaran.
Tian mengambil nafas ia masih terengah-engah menghadapi serangan mendadak dari sang keaksih.
"Ah pu kalau mau lakukan itu bilang ya biar aku bersiap,masa nanti aku tampil depan kamu enggak seksi"ungkapnya sebal.
"Maaf mu aku tidak ingin malakukan itu di awal hubungan mari mengenal lebih dalam lagi"ujarnya lembut mengecup bibir mungil itu sekilas.
Cristian hanya mengangguk dan segera membalas kecupan lie,dengan perasaan nyaman dan hangat.
Akhirnya sepasang kekasih itu terlelap dengan berpelukan,mengarungi alam mimpi.
Lie sangat ingin menyentuh cristian tetapi ia akan menahannya sampai dirinya benar-benar yakin,bahwa tian adalah yang pertama dan terakhir baginya.
Dia yang selalu tak mengerti tentang perasaan cinta apalagi kasih sayang yang lebih dari teman atau saudara.
Matahari terbit menyinari bumi menandakan bahwa pagi telah tiba,dan sepasang kekasih itu tetap terlelap.
Lie mulai terbangun setelah mendengar nada dering ponselnya,yang sepertinya sang adiklah yang menelpon.
"Halo pagi le ada apa?"sapa lie pelan dan kini ia berusaha turun ranjang denngan perlahan,membuka pintu perlahan berjalan mengendap-endap.
Setelah berhasil keluar lie memilih untuk keruang tamu,ia tak mau memgambil resiko membangunkan kekasihnya.
"Kak kapan pulang ayah dan papa sudah menanyakanmu,aku sampai pusing mencari alasan"keluh leo yang jujur saja kemarin malam harus,meladeni runtutan pertanyaan yang lumayan panjang.
"Oh nanti siang aku akan pulang,apa perlu aku memperkenalkan kak tian pada ayah dan papa?"tanya lie meminta pendapat.
"Setauku sie ya boleh saja kak,lagian kakakkan udah kuliah,dewasa juga ya kayaknya nggak masalah"jelasnya kan memang kedua orang tuanya tidak masalah tentang hubungan asmara anak mereka.