serayu

12 2 0
                                        

Bagian yang paling menyedihkan adalah menyadari bahwa semua cinta yang telah kuberikan untuk Nolan, semua impian yang telah kubangun di sekitarnya, mungkin tidak akan pernah dibalas. Tidak peduli seberapa dalam perasaanku, aku tidak bisa membuatnya merasakan hal yang sama tentangku. Sakit hati itu datang dari berpegang pada harapan, dari 'bagaimana jika' dan 'jika saja' yang tak terhitung jumlahnya yang menghantui pikiranku.

Tatapan kosongku terpaku pada dinding kamarku, tetapi sejujurnya, aku tidak melihat apa pun. Pikiranku melayang jauh, terjebak dalam kenangan yang menyakitkan dan momen-momen yang sempurna yang pernah kualami. Namun, yang paling mengejutkanku adalah perasaan bahwa waktu terasa berhenti ketika rasa sakitnya begitu dalam.

Minggu-minggu terakhir telah menjadi waktu yang menyakitkan bagiku. Rasa sakit itu tak terhindarkan, terasa seperti duri yang menusuk hatiku setiap kali aku bernafas.

Setiap hari, aku terus mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Apakah ada yang bisa aku lakukan untuk membuat Nolan kembali? Apakah ada cara lain untuk mengubah segalanya? Kenapa Nolan bisa melepaskanku dengan mudah?

Ingatanku loncat pada sebelum akhirnya aku mengakhiri hubunganku, seiring berjalannya waktu, sesuatu mulai bergeser. Aku merasa semakin terikat pada Nolan, sedangkan dia tampaknya semakin menjauh. Aku mencoba memahami perubahan ini, mencari tahu apa yang salah, tetapi semakin aku mencoba, semakin jauh dia terasa.

Mungkin memang benar, pikirku dengan pahit. Mungkin dia mulai kehilangan perasaannya saat aku mulai mencintainya lebih dari yang seharusnya.

Mungkin memang benar, pikirku sekali lagi, bahwa pria kehilangan perasaannya ketika gadis itu mulai lebih mencintai mereka. Mungkin itu yang membuat akhirnya Nolan tidak mau kembali bersamaku lagi, karena perasaan Nolan kepadaku sudah tidak bisa ia imbangi lagi.

Aku mengingat kembali setiap momen yang kita lewati bersama, mencoba mencari tahu kapan semuanya berubah. Apakah aku telah menjadi pacar yang baik bagimu? Atau apakah aku telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu sampai kamu tidak bisa lagi bertahan dengan kehadiranku? Kemudian, aku mulai marah padamu. Aku merasa seolah kamu tidak peduli padaku, seolah kamu tidak pernah peduli sejak awal.

Akhir-akhir ini, aku banyak memikirkanmu, dan sulit untuk menerima kenyataan bahwa kita tidak bisa bersama. Rasanya seperti percikanmu perlahan memudar dari kehidupanku, dan sulit untuk melihat dari kejauhan, menyaksikan bagian darimu yang perlahan menjauh.

Aku terhanyut dalam ingatan akan kata-kata Nolan. "Kita masih bisa berteman baik, Alyssa." katanya, suaranya terdengar jauh di tengah keheningan malam. "Kamu bisa ko hubungi aku kalau kamu butuh teman cerita, kamu bisa ko ajak aku ketemu kalau emang kamu mau."

Tapi bagiku tidak, tidak mungkin untuk menjadi teman biasa dengan Nolan. Setiap kali aku melihat matanya, aku teringat pada malam yang kita habiskan bersama, saat kami membiarkan diri kami tenggelam dalam percakapan yang tak berujung. Matanya, begitu dalam dan penuh makna, selalu berhasil membangkitkan perasaan yang telah kubelenggu begitu lama.

Matanya mengingatkanku pada semua harapan yang pernah kami impikan bersama, pada semua janji yang pernah dia ucapkan. Kami tidak bisa berteman setelah kami melakukan hal-hal manis yang hanya dilakukan pasangan. Setelah kami melihat diri kita masing-masing, lebih dari orang lain lihat tentang kita. Setelah kita saling menyentuh hati kita masing-masing.

Mungkin karena itu, aku tidak akan pernah bisa hanya berteman dengan Nolan. Setiap kali aku memandang matanya, aku teringat pada masa depan yang pernah kami rencanakan bersama. Dan aku tidak bisa berpura-pura tidak melihat apa-apa, tidak bisa menghapus kenangan yang begitu dalam terpatri dalam hatiku.

Dalam keheningan malam, aku terus memutar kata-kata Nolan di kepala. Tawarannya untuk berteman mungkin terdengar seperti jalan keluar, tapi bagiku, itu hanya memperlebar jurang antara kita. Karena bagiku, tidak ada tempat untuk pertemanan di antara kita yang pernah memiliki begitu banyak kenangan dan impian bersama.

Andam KaramTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang