Chapter 12

62.2K 1.6K 66
                                        

S e l a m a t M e n b a c a

Hera menghela nafas melihat tamu undangan yang tampak terlihat bertambah ramai, walaupun jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

"Katanya cuma orang-orang penting. Emang orang penting seramai ini." gumam gadis itu pelan yang masih didengar Nanggala.

"Kenapa?"

Hera diem enggan menjawab satu katapun. Ia masih belum terima akan status keduanya.

"Mau makan kue nggak?" tawar cowok yang berada di sisi Hera sejak tadi. Gadis itu menoleh sinis, Hera tidak ingin kue ataupun yang lainnya. Dia hanya ingin pulang dan segera mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.

"Mau diambilkan? Tunggu bentar gue ambil dulu." Nanggala sudah meninggalkan Hera untuk mengambil kue, tanpa mendengar pendapat gadis itu.

"Gak usah!"

"Ihh, nyebelin banget. Gue gak lapar cuma mau pulang dan istirahat." dengusnya.

"Lagian siapa juga yang mau makan kue. Sok baik banget." gerutu gadis itu lagi membuat seseorang yang mendengarnya, terdiam.

"Dia perhatian kan?"

Tubuh Hera terjangkit saat mendengar suara berat seseorang. Ia menoleh lalu terdiam saat melihat tubuh Farez menjulang tinggi di sampingnya. Cowok itu tampak lebih tinggi dari Nanggala, mungkin tiga sentimeter lebih tinggi.

Wajah Farez lumayan tampan. Sayang sekali wajah setampan itu di rumorkan pasangan Nanggala. Huh, ia jadi agak ngeri untuk bersaing sama lelaki. Untungnya ia tidak mencintai Nanggala kalau sampai, ih amit-amit.

Farez menoleh sambil meneguk minumannya. "Kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Farez melihat tatapan gadis itu tampak seperti melotot.

Hera yang tersadar segera memalingkan wajahnya. Sial, bodoh banget sih batin Hera. Gara-gara pikiran anehnya itu ia malah membayangkan yang tidak-tidak.

"Nanggala nggak ada disini." Beritahu Hera membuat cowok itu mengangguk.

"Gue tahu."

"Terus ngapain masih di sini? Lo kalau mau ketemu Gala pergi ke sana. Dia lagi ambil kue. Lapar katanya."

Farez diam. Ia kembali meneguk minumannya hingga tandas. "Gue ke sini mau tanya sama lo. Lo suka sama Nanggala?"

Hera tersentak kaget. Apa Farez takut, ia akan merebut Nanggala dari cowok itu pikirannya. "Gue suka sama Nanggala atau enggak, emang urusan lo?"

"Gue sama Nanggala juga belum tentu sampe nikah."

"Dan gue juga tau diri gak akan mungkin merebut milik orang." lanjut Hera dengan setiap kata memiliki makna tersendiri.

Farez mendengus sinis. "Justru gue yang akan merebut milik gue kembali." Setelah mengatakan itu Farez melenggang pergi saat melihat Nanggala sudah bergerak kearah mereka.

***

"Kenapa gak di makan?"

"Nggak nafsu."

NANGGALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang