Serpihan 22
Aku tak akan kecewa seperti apa kau nanti. Aku hanya takut kau akan kecewa setelah tahu siapa aku sebenarnya. -Suho-
Busan - 18.44 KST
"Aku ingin pulang..." rapal Tao frustasi. "Aku ingin pulang..."
Suho terdiam, mendengar rapalan ketakutan Tao. Hatinya terenyuh. Sebobrok inikah hubungan yang tengah terjalin, hingga satu persatu dari mereka harus merasakan penderitaannya sendiri-sendiri. Sehingga mereka mencoba untuk lepas dari sandiwara ini dan menyakiti pihak yang tertinggal.
Ia mengeratkan pelukannya pada Tao yang kembali menggigil hebat. "Geurae..." katanya lirih. "Aku akan mengantarmu pulang." Tanpa bertanya pun, Suho sudah sangat mengerti kemana maksud 'pulang' yang dimaksud lelaki ini. Ia terlalu tahu.
"Secepatnya...." Katanya final.
***
Seoul - 19.24 KST
"Mwo? Apakah benar syuting di tunda?"
Langkah kaki Wendy terhenti mendengar suara berat milik seseorang bergema di lorong gedung yang tengah dipijaknya. Secara perlahan, ia memundurkan langkahnya kembali. Bersembunyi di balik tembok untuk mencuri dengar percakapan orang tersebut dengan orang lain di teleponnya.
"Huh... Kenapa orang Cina selalu saja menyusahkan?" Terlihat lelaki itu tengah menyandarkan kepalanya di tembok. "Lalu apa Tao sudah ditemukan?"
"Syukurlah... Lalu kenapa syuting diberhentikan? Bukankah masih bisa dilanjutkan jika bocah itu sudah kembali?" Lelaki itu sesekali menggaruk kepalanya. Sambil terus berbicara dengan orang yang ada di telepon, ia belum menyadari jika ada yang mencuri dengar.
Wendy pun tidak tahu mengapa ia tertarik untuk curi dengar. Mungkin karena baru saja tersebar foto kencan Sehun-Krystal di internet yang membuat semua orang menjadi heboh sekarang. Ia mungkin dapat mengetahui sedikit informasi dari lelaki tersebut yang diketahui Wendy sebagai orang penting di perusahaan.
"MWO? Gantian anak-anak lain yang menghilang?" Wendy semakin menajamkan telinganya saat mendengar lelaki tersebut berteriak histeris. "Woah... Sepertinya EXO akan mulai membuat masalah kembali."
"Perusahaan sudah cukup bising hanya karena foto kencan palsu untuk menutupi kasus Sulli tersebut kini sudah menyebar. Ini akan bertambah heboh lagi jika media tahu EXO sedang berantakan sekarang..." Lelaki itu kembali menggaruk kepalanya frustasi. "Sepertinya kita harus melakukan sesuatu yang lebih besar untuk menutupi semua kekacauan ini."
Lelaki itu terdiam lama. Wajahnya berubah serius mendengar entah apa yang dikatakan lawan bicaranya dalam telepon. Orang tersebut lalu menganggukkan kepalanya. "Kau benar... Mungkin mendebutkan rookie baru menjadi pilihan yang cukup menjanjikan untuk menutupi semua ini."
Entah mengapa, jantung Wendy serasa sudah tak ada pada tempatnya saat mendengar bisikan lelaki itu. Sudah hampir dua tahun lamanya ia bernaung di perusahaan ini. Ia sudah terlalu biasa dengan sistem yang dilakukan oleh orang di dalamnya. Melakukan sesuatu untuk menutupi sesuatu. Dan ia tahu betul, siapa yang harus debut secepatnya untuk menutupi masalah tersebut.
***
Seoul - 19.25 KST
Via hanya duduk diam sambil menatap sekeliling. Orang tengah berlalu lalang dan berbicara akrab satu sama lain. Mereka tampak akrab satu sama lain. Sambil menikmati kudapan yang telah tersedia, mereka semua bagai sudah terbiasa menghadiri acara ini.
Dirinya sempat terheran saat mendengar penjelasan Yoona mengenai siapa saja yang tengah ada di ruangan ini. Mereka semua adalah ketuan dari fansite master anggota EXO yang tersebar di seluruh dunia. Banyak dari mereka yang terkenal di dunia maya sebagai penyedia foto dan infromasi terbaru dari oppa mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sasaeng Fans [EXO]
FanfictionAda dua sisi berbeda dari sang oppa. Sisi yang ada di depan layar kaca. Dan, Sisi yang ada di belakang layar kaca. Sasaeng fans, tahu semua sisi itu. *** "I'm Miranda Savia. Not Miranda Kerr. But, i'm sexier than your miranda, Oppa." Dan Sehun hanya...
![Sasaeng Fans [EXO]](https://img.wattpad.com/cover/35716153-64-k342697.jpg)